Sukses

Ini Dia Beda Flu Unta dengan Flu Biasa

Waspadai merebaknya ‘flu unta’ karena bisa menyerang sistem pernapasan dan berujung pada kematian.

Klikdokter.com, Jakarta Belakangan ini dunia kembali digemparkan oleh penyakit flu unta yang disebabkan oleh infeksi virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome corona virus ) yang menggunakan binatang unta sebagai inangnya. Virus ini cukup berbahaya, karena setelah berkembang biak, virus dapat menginfeksi manusia.

Penularan virus dari unta ke manusia adalah melalui droplet, kontak atau melalui udara, dan begitu juga dengan sesama manusia. Masa inkubasi dari virus ini memiliki rentang antara 2 hingga 14 hari dan cenderung terletak di saluran pernapasan bawah (paru-paru).

Selain mematikan, virus flu unta juga dengan sangat mudah menular kepada orang lain. Maka dari itu, di daerah Timur Tengah sering sekali terjadi outbreak atau wabah penyakit MERS ini.

Pada tahap awal, gejala yang timbul adalah batuk, nyeri tenggorokan, demam dan juga nyeri-nyeri sendi seperti yang dirasakan saat mengalami flu. Tetapi pada penyakit MERS, keadaan akan menjadi memburuk hingga pasien kesulitan bernapas, infeksi menjadi meluas dan dapat berujung pada kematian.

Berdasarkan data yang ada, penyakit ini memiliki tingkat mortalitas atau kematian sebesar 60%, sungguh angka yang tinggi untuk suatu penyakit.

Sekitar 2-3 hari setelah gejala muncul biasanya keadaan penderita menjadi sangat memburuk. Pasien mulai akan mengalami sesak napas yang semakin hebat dan juga demam yang semakin tinggi. Ditambah, terkadang dapat juga menyebabkan gejala seperti muntah, nyeri perut dan juga diare.

Gangguan pernapasan yang terjadi tersebut akhirnya memaksa penderita untuk menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator) untuk mempertahankan pertukaran oksigen dalam tubuh.

Di Indonesia sendiri, penyakit ini seharusnya tidak ada. Tetapi karena banyaknya masyarakat yang berpergian ke daerah Timur Tengah untuk beribadah umrah dan haji, liburan atau untuk urusan lainnya, penyakit ini menjadi terbawa ke Indonesia.

Oleh karena itu, setiap orang yang berpergian ke daerah Timur Tengah dan mengalami gejala flu unta harus segera menjalani pemeriksaan. Ketika Anda mengalami gejala di atas, segera periksa ke dokter, agar penyakit ini dapat dideteksi sedini mungkin dan pasien bisa terselamatkan dengan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar