Sukses

Otak Tetap Cemerlang di Usia Tua dengan Olahraga

Tak perlu khawatir akan alami pikun di usia tua, karena menurut penelitian, olahraga bisa menjadi solusinya!

Klikdokter.com, Jakarta Bertambah tua adalah sesuatu yang tak terelakkan. Usia tua kerap diikuti dengan penurunan fungsi beberapa bagian tubuh, salah satunya adalah otak. Literatur ilmiah menunjukkan bahwa performa otak memang menurun di usia tua. Namun dengan olahraga rutin, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu solusinya.

Volume otak berkurang

Beberapa area di otak mulai dari bagian depan (frontal), sisi kiri dan kanan (temporal dan parietal), bagian belakang (oksipital), dan otak kecil (serebelum) mengalami pengurangan ukuran di usia tua. Memasuki usia 40 tahun, ukuran otak berkurang hingga lima persen tiap sepuluh tahun. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya volume otak yang kemudian diikuti penurunan fungsi.

Tanda awal penurunan fungsi otak di usia tua umumnya adalah penurunan memori jangka pendek atau dikenal sebagai pikun: lupa di mana meletakkan barang-barang, lupa akan kegiatannya pada hari itu, hingga yang sifatnya berat dan melibatkan gangguan emosi. Bila dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengurangi kualitas hidup.

Cegah pikun dengan olahraga

Kabar baiknya adalah, rupanya ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan fungsi otak di usia tua, yaitu dengan berolahraga. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Australia yang dimuat dalam jurnal Neuroimage, olahraga aerobik secara signifikan dapat mempertahankan dan menambah volume otak, khususnya bagian hipokampus. Hipokampus adalah bagian otak yang berperan penting untuk menyimpan memori dan mengubah ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang.

Saat berolahraga, otak akan mengeluarkan suatu zat, yakni brain-derived neurotrophic factor  (BDNF). BDNF ini bersifat melindungi sel saraf dan berperan dalam pembentukan sel saraf dan pembuluh darah. Inilah mengapa olahraga dapat membantu meningkatkan volume otak di usia tua.

Sejauh ini, berbagai penelitian masih terus dilakukan dan dikembangkan untuk membuktikan dan mendukung keterkaitan antara olahraga dan kondisi otak pada usia tua. Namun, mengingat begitu banyaknya manfaat olahraga, tak ada salahnya untuk mulai membiasakan diri berolahraga secara rutin.

American Heart Association (AHA) menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga selama 30 menit sebanyak lima kali seminggu. Bila dilakukan sejak dini, Anda pun akan memetik hasilnya saat usia tua nanti. Tak hanya performa otak yang terjaga, tetapi jantung, paru, dan otot Anda juga akan turut merasakan manfaatnya.  

[RN/ RVS]

3 Komentar

  • Iqbal Iqbal

    Untuk merawat otak, saya tadarus alqrn, tiap hr 1.juz.karena dgn baca hurup arab fari kanan ke kiri, sprti tawaf.

  • Iqbal Iqbal

    Untuk merawat otak, saya tadarus alqrn, tiap hr 1.juz.karena dgn baca hurup arab fari kanan ke kiri, sprti tawaf.

  • Iqbal Iqbal

    Saya 4/5 x sminggu, 50 mnt. Kdng 6x.dn saya juga puasa isnin kamis, dn sdh lama gk mkn daging berkaki 4,kadng ikanlaut, tahu tempe. Apakah ini sudah tepat? Atau? Ws