Sukses

Beda Serangan Jantung, Gagal Jantung dan Henti Jantung

Pernahkah Anda mendengar tiga penyakit jantung di atas? Sama-sama mengancam nyawa, cari tahu perbedaannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Serangan jantung, gagal jantung dan henti jantung adalah tiga jenis gangguan jantung yang berbeda. Meskipun berbeda, ketiganya sama-sama memerlukan penanganan medis yang cepat.

Jadi, apakah perbedaan dari ketiga penyakit ini?

  1. Serangan jantung

Dalam dunia medis, serangan jantung dikenal dengan istilah sindrom koroner akut. Kondisi ini merupakan suatu keadaan ketika pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan, sehingga aliran darah menjadi terhambat. Aliran darah yang berkurang ini menyebabkan kerusakan jaringan jantung.

Seorang yang mengalami serangan jantung akan mengeluhkan adanya nyeri dada kiri yang menjalar ke tangan kiri. Selain itu, orang tersebut juga akan mengeluhkan adanya sesak napas, keluar keringat dingin dan perasaan tercekik.

Serangan jantung memerlukan penanganan yang cepat. Jika tidak, kondisi jantung pasien dapat memburuk, bahkan dapat menyebabkan kematian.

  1. Gagal jantung

Gagal jantung adalah keadaan saat jantung tidak dapat melakukan fungsi pemompaan darah dengan baik. Jantung yang tidak dapat memompa darah akan menyebabkan terjadinya penumpukan darah pada ekstremitas (anggota badan, seperti lengan dan tungkai) dan paru.

Kondisi tersebut akan menyebabkan berbagai keluhan pada penderitanya, seperti sesak napas, mudah lelah dan batuk. Terdapat banyak penyebab gagal jantung, di antaranya adalah diabetes melitus, tekanan darah tinggi dan gangguan katup jantung.

 

  1. Henti jantung mendadak

Henti jantung mendadak adalah keadaan ketika jantung berhenti berdenyut. Dalam keadaan normal, jantung akan berdenyut dan memompa darah secara ritmik.

Apabila jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, akibat adanya sumbatan pembuluh darah jantung, yang layaknya terjadi pada sindrom koroner akut, maka jantung dapat mengalami gangguan irama jantung. Gangguan irama jantung ini yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

Apabila seorang mengalami henti jantung, maka tidak ada aliran darah ke berbagai organ vital, salah satunya adalah otak. Henti jantung mendadak memerlukan pemompaan jantung secara manual atau dikenal dengan resusitasi jantung paru (RJP).

Setelah mengerti perbedaan dan bahaya dari ketiga gangguan medis ini, berikan perhatian lebih pada kesehatan jantung Anda, karena jantung merupakan organ vital dan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Jagalah selalu pola makan dan berolahraga secara teratur untuk menjaga fungsi jantung Anda.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar