Sukses

Hidrops Fetalis, Kelainan pada Tubuh Janin

Berbagai kelainan dapat timbul pada janin di dalam kandungan, salah satunya adalah hidrops fetalis.

Klikdokter.com, Jakarta Hidrops fetalis merupakan suatu kelainan yang terjadi pada janin di dalam kandungan. Kondisi ini ditandai dengan penumpukan cairan, setidaknya di 2 rongga tubuh janin.

Penumpukan cairan pada kasus hidrops fetalis bisa terjadi di rongga perut (ascites), rongga sekitar paru (efusi pleura), rongga sekitar jantung (efusi perikardium), dan jaringan di bawah kulit (edema kulit). Hidrops fetalis sering dikaitkan dengan produksi cairan ketuban berlebih (polihidroamnion) dan penebalan plasenta.

Berdasarkan penyebabnya, hidrop fetalis dibagi menjadi 2 tipe:

  1. Hidrops fetalis imun

Kondisi ini sering timbul akibat tidak cocoknya jenis rhesus pada darah ibu dengan jenis rhesus pada darah janin (Rh incompatibility).  

Contohnya, rhesus pada darah ibu negatif dan rhesus pada darah janin positif. Keadaan ini menyebabkan timbulnya reaksi pertahanan tubuh dari ibu dengan membentuk antibodi terhadap janin yang disalurkan melalui plasenta (ari-ari). Akibatnya akan terjadi proses penghancuran sel darah merah pada janin, yang pada akhirnya menyebabkan anemia dan gangguan mekanisme keseimbangan cairan di seluruh tubuh janin. Kondisi ini juga menyebabkan penumpukan cairan di beberapa jaringan tubuh janin.

  1. Hidrops fetalis non-imun

Hidrops fetalis non-imun lebih sering terjadi dibandingkan jenis lainnya. Kondisi ini terjadi ketika janin terkena suatu penyakit atau kelainan yang memengaruhi kemampuan tubuhnya untuk mengatur keseimbangan cairan tubuh. Keadaan yang sering mendasari kondisi ini adalah penyakit jantung atau paru, anemia berat, dan kelainan genetik pada kromosom.

 

 

1 dari 3 halaman

Penyebab hidrops fetalis

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang diduga dapat memengaruhi terjadinya hidrops fetalis, di antaranya:

  1. Riwayat kesehatan ibu
  • Rhesus negatif pada darah ibu
  • Riwayat tranfusi darah
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Mengalami penyakit kolagen di pembuluh darah
  • Mengalami penyakit tiroid
  • Mengalami penyakit diabetes
  • Melakukan transplantasi organ
  • Mengalami trauma tumpul di perut
  • Masalah pembekuan darah
  • Usia < 16 tahun atau > 35 tahun saat hamil
  • Penyakit menular seksual
  • Memelihara kucing
  • Kelainan hemoglobin
  • Terinfeksi virus
  1. Riwayat kesehatan keluarga
  • Riwayat bayi lahir dengan gejala kuning (ikterik)
  • Riwayat anak kembar
  • Riwayat kelainan genetik, kromosom abnormal, dan penyakit metabolik
  • Kelainan anatomi atau fungsi tubuh bawaan
  • Riwayat kematian janin
  • Riwayat air ketuban berlebih (polihidroamnion) atau air ketuban sedikit (oligohidroamnion) pada kehamilan sebelumnya
  • Riwayat hidrops fetalis sebelumnya
  • Kelainan jantung bawaan pada kelahiran bayi sebelumnya.
2 dari 3 halaman

Gejala hidrops fetalis

Terdapat gejala-gejala yang biasanya timbul pada hidrops fetalis, baik pada saat kehamilan atau saat bayi sudah lahir. Beberapa gejala yang harus Anda kenali adalah sebagai berikut:

Saat kehamilan

  • Jumlah air ketuban berlebihan
  • Penebalan plasenta
  • Pembesaran organ hati, limpa, dan jantung pada janin
  • Penumpukan cairan di bagian perut, jantung, dan paru pada janin

Setelah lahir

  • Pucat pada bayi
  • Penumpukan cairan (edema) pada seluruh bagian tubuh, terutama di dalam perut bayi
  • Pembesaran organ hati dan limpa bayi
  • Bayi kesulitan bernapas

Hidrops fetalis biasanya dapat terdeteksi dengan pemeriksaan ultrasonography (USG) yang dilakukan pada trimester pertama atau kedua. Penumpukan cairan akan mudah dideteksi, namun mungkin sedikit dan harus terus dipantau melalui pemeriksaan USG secara rutin.

Selain itu, pemeriksaan darah janin juga dapat dilakukan untuk mendeteksi hidrops fetalis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukan jarum melalui rahim ibu untuk mencapai pembuluh darah atau tali pusat janin.

Pemeriksaan lain untuk menegakkan diagnosis hidrop fetalis adalah prosedur amniocentesis. Ini adalah proses mengambil sejumlah cairan ketuban untuk mengetahui ada-tidaknya kelainan.

Mengingat bahayanya kelainan ini, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin sejak mempersiapkan kehamilan. Dengan ini, hidrops fetalis ataupun kelainan lainnya dapat dideteksi dan diatasi sejak dini. Lindungilah buah hati Anda sejak masih dalam kandungan!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar