Sukses

Waspada, Usia di Atas 40 Rentan Cedera Ini saat Olahraga

Olahraga di usia 40 tahun bisa menimbulkan risiko cedera. Apa saja cedera olahraga yang rentan terjadi di usia itu? Yuk, ketahui di sini.

Ketika Anda memasuki usia empat puluh tahun, secara alami akan terjadi perubahan pada otot, tulang, dan sendi. 

Pada usia tersebut, proses pemulihan dan perbaikan sel mungkin tidak secepat sebelumnya.

Adanya penurunan massa tulang dan otot, menipisnya struktur penunjang sendi, serta menurunnya kelenturan struktur tubuh dapat menyebabkan cedera olahraga di usia empat puluh tahun ke atas. 

Berikut ini beberapa contoh cedera olahraga yang rentan terjadi di usia empat puluh tahun yang perlu Anda waspadai!

1 dari 4 halaman

1. Tennis Elbow

Pada sisi luar siku, terdapat tendon yang rentan cedera. Nah, cedera tennis elbow tak hanya terjadi saat melakukan gerakan-gerakan dalam tenis. Namun, juga saat dipakai untuk kegiatan yang melibatkan struktur tersebut. 

Aktivitas lainnya seperti menggunakan mouse komputer maupun mengetik berlebihan, penggunaan obeng atau palu berulang, memainkan alat musik, dan lainnya. 

2. Patah Tulang akibat Tekanan Berlebih

Adanya retakan tulang yang halus dapat diakibatkan oleh gerakan dan penggunaan berlebihan, terutama pada sendi yang menopang banyak beban seperti betis dan kaki. 

Contohnya, akibat melakukan maraton, serta terjadi benturan dengan permukaan aspal dan penurunan kepadatan tulang. 

Anda akan lebih rentan mengalami patah tulang akibat tekanan berlebihan. Hal ini mudah terjadi ketika melakukan suatu olahraga baru secara tergesa-gesa.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama pada Cedera Saat Olahraga

2 dari 4 halaman

3. Nyeri Punggung Bawah

Kondisi ini bisa diakibatkan oleh gaya hidup sedenter, obesitas, artritis, dan penurunan massa tulang. 

Beberapa orang di usia 40 tahun akan mengalami masalah pada tulang belakang. 

Penuaan bantalan tulang belakang dan saraf terjepit pun dapat menyebabkan nyeri punggung bawah.

4. Robekan pada Struktur Gelang Bahu

Seiring berjalannya waktu, adanya robekan yang normal pada sendi bahu akan melemahkan bahu yang dominan Anda gunakan. 

Terutama bila sering melakukan gerakan di atas kepala. Contoh aktivitasnya seperti melempar bola, melukis, dan memanjat tebing. 

Artikel Lainnya: 7 Penyebab Cedera Olahraga yang Perlu Diwaspadai

3 dari 4 halaman

5. Robekan pada Struktur Lutut

Lutut akan lebih terbebani ketika Anda memiliki berat badan berlebih. Lalu, wanita akan berisiko 2-10 kali lipat lebih besar mengalami robekan pada ligamen maupun meniskus yang menunjang kestabilan lutut. 

Hal ini dikarenakan oleh perubahan hormon, beberapa obat tertentu, dan faktor lainnya, 

Robekan tersebut dapat terjadi saat mendarat dalam posisi yang kurang tepat setelah melompat, berputar terlalu cepat, maupun adanya beban yang diberikan secara tiba-tiba saat kedua kaki menapak tanah. 

Bahkan, robekan meniskus di atas usia tiga puluh tahun saja dapat lebih berisiko saat melakukan beberapa aktivitas. 

Misalnya, naik-turun tangga, mendaki, berlutut, melakukan squat, atau berjalan di atas permukaan yang tidak rata.

Artikel Lainnya: Cedera Olahraga? Jangan Asal Urut!

Agar Anda tidak mengalami cedera, ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan. 

Lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah latihan, disertai dengan minum air putih agar tidak dehidrasi

Selain itu, belajarlah teknik yang benar dalam melakukan olahraga yang dipilih. Berhentilah apabila Anda merasa lelah. 

Jika Anda sudah mengalami cedera, maka lakukan program rehabilitasi hingga selesai sebelum kembali beraktivitas seperti semula. 

Bila ingin konsultasi ke dokter lebih lanjut seputar cedera olahraga, pakai LiveChat Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar