Sukses

Mengapa Bayi Prematur Perlu Dirawat di Rumah Sakit?

Untuk menghindari berbagai risiko kesehatan yang membahayakan, sebagian bayi prematur membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar bayi prematur membutuhkan perawatan secara intensif di rumah sakit setelah lahir. Durasi perawatan berbeda-beda. Ada yang hanya perlu dirawat beberapa hari, ada pula yang harus dirawat hingga berbulan-bulan. Lantas, apa yang menyebabkan bayi prematur harus mendapatkan perhatian klinis lebih setelah lahir?

Usia kandungan normal adalah 37-42 minggu. Jika bayi lahir pada rentang usia ini, kematangan organ-organ tubuh bayi sudah cukup optimal untuk menghadapi lingkungan di luar rahim. Akan tetapi, jika usia kandungan di bawah 37 minggu (prematur), organ-organ dalam tubuh bayi belum cukup matang. Dalam kondisi ini,  berbagai risiko masalah kesehatan dapat terjadi. Itulah mengapa bayi prematur perlu dirawat di rumah sakit.

Meski terlahir prematur, tidak semua bayi perlu dirawat di rumah sakit. Pada bayi late preterm (kehamilan lebih dari 34 minggu), jika tidak ditemukan masalah kesehatan dan bayi dapat minum dengan baik, maka perawatan di rumah sakit tidak perlu dilakukan. Lantas apa saja indikasi rawat pada bayi yang terlahir prematur? Simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Mencegah hipotermia

Bayi prematur, terutama bayi dengan berat badan di bawah 1500 gram, sangat rentan mengalami hipotermia yang dapat mengancam nyawa si kecil. Itulah sebabnya bayi prematur, terutama bayi dengan berat lahir sangat rendah, perlu ditempatkan di dalam inkubator. Selain menjaga suhu yang sesuai untuk bayi, perawatan di inkubator juga dapat mencegah paparan infeksi dari dunia luar. Lamanya perawatan di inkubator bergantung pada usia, berat badan lahir serta masalah kesehatan lain pada bayi.

  1. Mendapatkan nutrisi yang sesuai

Pada bayi yang sangat prematur atau memiliki berat lahir sangat rendah, pemberian nutrisi perlu diberikan melalui infus, karena saluran cerna bayi belum siap menerima nutrisi dan refleks menghisapnya masih buruk. Seiring waktu, bayi dapat diberikan minum secara perlahan. Karena itu, agar nutrisi bayi prematur dapat diberikan dengan rute, jenis dan jumlah yang tepat, terutama pada fase awal kehidupan, bayi prematur membutuhkan perawatan di rumah sakit.

  1. Menunggu kenaikan berat  badan

Terkadang, bayi prematur belum memiliki refeks hisap yang baik sehingga pemberian nutrisi di rumah dikhawatirkan tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan berat badannya. Itulah sebabnya, sebagian bayi prematur dirawat di rumah sakit untuk menunggu kenaikan berat badannya. Hal ini penting untuk menurunkan risiko malnutrisi dan masalah kesehatan bayi di kemudian hari. Jika berat badan sudah cukup dan bayi dapat minum dengan baik, biasanya pihak rumah sakit akan mengijinkan orangtua untuk membawa bayinya pulang.

  1. Mengatasi berbagai masalah kesehatan pada bayi prematur

Bayi prematur kerap memiliki berbagai masalah kesehatan seperti masalah pernapasan, infeksi, penyakit kuning, anemia, kejang, perdarahan otak, kelainan jantung bawaan, kelainan bawaan, dan permasalahan kesehatan lainnya. Karenanya, perawatan di rumah sakit berperan penting untuk mengatasi hal-hal tersebut.

  1. Melakukan skrining bayi prematur

Ada beberapa skrining yang perlu dilakukan pada bayi prematur, seperti skrining penglihatan, pendengaran, USG kepala, pemeriksaan kepadatan tulang, kadar hemoglobin darah, kadar hormon, dan pemeriksaan lain sesuai dengan kondisi medis si Kecil. Berbagai pemeriksaan tersebut dapat dilakukan saat rawat jalan. Meskipun demikian, pada bayi prematur yang tengah dirawat, skrining biasanya dilakukan selama perawatan di rumah sakit.

Nah, setelah mengetahui berbagai indikasi mengapa bayi prematur perlu dirawat di rumah sakit, semoga hal ini dapat menambah wawasan mengenai cara penanganan dan pencegahan risiko masalah kesehatan bagi Anda yang memiliki bayi prematur.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar