Sukses

Inilah Alasan Kenapa Menguap Bisa Menular

Ketika Anda menguap, bukan tidak mungkin orang di sebelah Anda juga akan ikut menguap. Ini alasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Menguap dianggap sebagai perilaku yang dilakukan saat seseorang merasa ngantuk. Saat Anda menguap, orang yang ada di sekitar Anda juga bisa ikut-ikutan melakukannya. Ya, ini karena menguap itu menular. Tahu sebabnya?

Mekanisme menguap

Sebuah penelitian di Princeton University menjelaskan bahwa menguap merupakan mekanisme pendinginan otak. Tindakan ini juga diyakini sebagai ‘protes’ dari otak yang kekurangan oksigen atau tubuh yang kelelahan.

Pada saat menguap, peregangan kuat pada rahang dapat meningkatkan aliran darah di leher, wajah, dan kepala. Selain itu, hirupan udara yang terjadi saat menguap juga bisa melancarkan aliran keluar cairan pelindung otak dan aliran darah dari otak, bersamaan dengan masuknya udara dingin ke dalam otak.

Sederhananya, menguap merupakan momen pertukaran antara darah yang lebih hangat dari dalam otak dengan darah yang lebih dingin. Maka dari itu, menguap lebih sering terjadi saat suhu udara sedang dingin.

Berbicara mengenai menguap memang suatu hal yang menarik. Ini karena mekanisme yang terjadi pada tubuh saat menguap masih menjadi teka-teki, termasuk dugaan menguap yang dapat menular.

Penyebab menularnya menguap

Sebenarnya, penyebab menularnya menguap masih belum diketahui dengan jelas. Penelitian di University Of Nottingham menduga bahwa menguap dicetuskan oleh refleks primitif di bagian otak bernama korteks motorik primer yang biasa mengatur pergerakan di tubuh.

Ada pula dugaan penularan menguap berhubungan dengan rasa empati, upaya peniruan, dan cara berinteraksi sosial. Namun, dasar mekanisme dugaan tersebut masih belum jelas.

Selain itu, menularnya menguap juga diduga sebagai bentuk echophenomena. Ini adalah suatu tindakan meniru yang dilakukan secara otomatis, tanpa disadari oleh pelakunya.

Belum jelas mekanisme apa yang mendasari terjadinya proses echophenomena. Para ahli menduga bahwa hal tersebut terjadi akibat peranan sistem saraf cermin (mirror-neuron system) di dalam otak. Ini karena sistem saraf tersebut membuat seseorang akan melakukan tindakan yang sama seperti gerakan yang dilakukan oleh orang yang sedang diperhatikannya.

Hingga saat ini, penelitian mengenai mekanisme menguap masih terus dikembangkan oleh para ahli. Sebagian besar kasus menguap tidaklah berbahaya. Namun, bila Anda tiba-tiba mengalami perilaku menguap yang lebih sering tanpa alasan yang jelas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar