Sukses

Seledri Bisa Mengatasi Nyeri Sendi, Mitos atau Fakta?

Nyeri sendi sering kali menjadi kendala beraktivitas. Benarkah hal ini bisa diatasi dengan konsumsi seledri? Mari simak faktanya di sini.

Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan yang paling sering ditemukan di masyarakat. Meski identik dengan lansia, keluhan ini juga dapat dirasakan oleh kelompok usia yang lebih muda.

Keluhan yang muncul antara lain pembengkakan sendi, sendi yang kemerahan, dan tentunya disertai rasa nyeri. Penyebab keluhan ini cukup bervariasi, mulai dari osteoarthritis yang biasa terjadi pada orang tua, gout arthritis, rheumatoid arthritis, atau cedera akibat beraktivitas.

Untuk mengurangi rasa sakit, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah mengonsumsi daun seledri untuk nyeri sendi.

1 dari 3 halaman

Kandungan Seledri untuk Atasi Nyeri Sendi

Di antara banyak pilihan pengobatan nyeri sendi yang tersedia, seledri dipercaya dapat mengurangi nyeri rematik. Anda mungkin sudah cukup akrab dengan tanaman yang sering dimanfaatkan untuk menambah citarasa berbagai masakan ini.

Sayuran berwarna hijau ini ternyata memiliki manfaat antiinflamasi atau antiperadangan. Tanaman ini biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional, yaitu sebagai obat tekanan darah tinggi, penurun kolesterol, bahkan asma.

Artikel lainnya: Inilah yang Dapat Dilakukan untuk Meredakan Nyeri Sendi

Seledri mengandung antioksidan flavonoid dan polifenol. Kandungan ini melindungi tubuh dengan cara melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan.

Peradangan inilah yang diperkirakan menjadi pencetus nyeri dan berbagai kerusakan organ yang mengiringi proses penuaan seorang.

Seledri juga mengandung berbagai senyawa aktif lain yang bermanfaat bagi tubuh seperti senyawa flavonoid, polifenol, tanin, dan alkaloid. Ekstrak seledri memiliki potensi antioksidan yang dapat meredam radikal bebas.

Radikal bebas ini juga cikal bakal berbagai proses degenerasi dan peradangan tubuh. Hal tersebut membuat seledri berguna untuk mengobati berbagai kondisi peradangan sendi.

2 dari 3 halaman

Cara Konsumsi Seledri untuk Nyeri Sendi

Dengan berbagai kandungan tersebut, daun seledri bisa menjadi salah satu pilihan solusi dalam mengatasi nyeri sendi. Namun, harus diperhatikan berbagai metode penyimpanan dan penyajian daun seledri agar hasilnya semakin efektif. 

Artikel lainnya: 5 Vitamin yang Bisa Meredakan Nyeri Sendi

Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin mengonsumsi seledri untuk nyeri sendi? Berikut beberapa di antaranya:

  • Pilih Seledri yang Kokoh Batangnya dan Segar Daunnya

Saat membeli seledri, pastikan Anda memilih seledri yang masih segar agar memperoleh khasiat maksimal. Salah satu caranya adalah dengan melihat batangnya yang kokoh dan daunnya yang tampak segar.

Batang yang kokoh ditandai dengan mudahnya batang seledri itu patah jika dipatahkan, tidak membengkok. Daun yang segar dapat dilihat dari warnanya yang hijau terang dan tidak berwarna kuning atau cokelat.

  • Olah Daun Seledri Hanya ketika Akan Dikukus

Jika belum akan dimasak atau dijadikan jus, segera masukkan seledri ke dalam kulkas setelah dibeli.

Terlalu cepat mengolah, seperti memotong-motong daun dan batang seledri, lalu menyimpannya dapat menghilangkan nutrisi seledri. Hal itu bisa terjadi walaupun disimpan hanya dalam beberapa jam saja. 

Mengukus seledri adalah salah satu jalan terbaik untuk menyajikannya. Rasa dan semua nutrisi yang terkandung di dalam seledri akan bertahan saat dikukus.

  • Konsumsi Seledri dalam Waktu 5-7 Hari

Agar manfaat seledri untuk sendi maksimal, jangan terlalu lama menyimpannya. Semakin lama disimpan, makin banyak nutrisi yang hilang.

Untuk mendapatkan nutrisi maksimal, konsumsilah seledri paling tidak 5-7 hari setelah dibeli.

Walaupun tersedia banyak pilihan pengobatan, tidak ada salahnya mencoba ramuan tradisional seperti seledri untuk nyeri sendi. Selain banyak tersedia, seledri juga relatif aman dengan efek samping yang minimal.

Jangan ragu untuk mengonsultasikan masalah kesehatan Anda kepada dokter melalui layanan Live Chat 24 Jam dari Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar