Sukses

Hati-hati, Gegar Otak Bisa Akibatkan Kematian

Apakah sebenarnya gegar otak itu? Mengapa bisa menyebabkan kematian?

Klikdokter.com, Jakarta Dalam bahasa medis, gegar otak disebut juga dengan Traumatic Brain Injury (TBI) atau cedera kepala traumatik. TBI adalah gangguan pada fungsi otak setelah mendapatkan benturan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berita buruknya, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

TBI ini sendiri memiliki 3 derajat keparahan, yaitu cedera kepala ringan, cedera kepala sedang dan cedera kepala berat. Pada cedera kepala ringan, penderita hanya mengalami keluhan seperti nyeri saja atau pusing, tanpa disertai hilangnya kesadaran.

Sedangkan pada cedera kepala sedang bisa disertai dengan pingsan untuk beberapa saat dan juga muntah-muntah. Pada cedera kepala berat , kesadaran bisa hilang sepenuhnya dan terdapat gangguan pada otak yang bisa membahayakan nyawa apabila tidak ditangani dengan segera.

Untuk menegakkan diagnosis, cedera kepala atau gegar otak memerlukan gabungan antara pemeriksaan klinis dan juga pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan MRI kepala.

Gejala yang paling sering menunjukkan adanya cedera kepala adalah disorientasi, amnesia, sakit kepala, pusing berputar, mual, muntah, dan kehilangan kesadaran.

Sedangkan pada pemeriksaan penunjang bisa didapatkan gambaran berupa perdarahan otak, baik kecil maupun besar, pembengkakan otak, dan juga bisa disertai dengan fraktur atau patah tulang tengkorak.

Lalu, bagaimana gegar otak bisa menyebabkan kematian? Sebelumnya perlu diketahui bahwa cedera kepala ringan sekalipun dapat memburuk dengan cepat menjadi cedera kepala berat dalam hitungan jam.

Hal ini bisa saja terjadi apabila terdapat perdarahan otak yang semakin meluas secara perlahan-lahan. Selain suplai darah di otak menjadi berkurang, penekanan otak karena darah juga dapat membuat sel-sel otak yang tertekan menjadi mati.

Kematian sel ini berkontribusi pada pembengkakan otak yang semakin memperparah keadaan. Jika ini terjadi, keadaan pasien akan memburuk dengan sangat cepat dan dapat ditandai dengan hilangnya kesadaran dan juga kejang-kejang.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami benturan yang cukup keras pada kepala, hilang kesadaran walaupun sesaat dan muncul gejala gegar otak seperti tiba-tiba menjadi muntah-muntah, sebaiknya lakukan pemeriksaan lanjutan agar terhindar dari gegar otak yang parah hingga menyebabkan kematian.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar