Sukses

Cepat Lelah saat Olahraga, Gejala Awal Fibrilasi Atrium?

Salah satu indikator terjadinya fibrilasi atrium adalah merasa lelah dan malas untuk olahraga.

Klikdokter.com, Jakarta Fibrilasi atrium (FA) adalah kelainan jantung berupa detak jantung tak stabil. Kondisi ini sangat berbahaya sebab dapat menyebabkan bekuan darah di jantung. Bila bekuan atau gumpalan darah itu lepas ke sirkulasi sistemik, dapat memicu terjadinya stroke.

Pada penderita FA, risiko terkena stroke meningkat hingga lima kali lipat jika dibandingkan dengan penyebab stroke lain. Dan kematian setelah 30 hari stroke benar-benar tinggi saat seseorang dinyatakan memiliki FA.

Lalu, apa gejala dari fibrilasi atrium? Salah satu gejalanya adalah cepat lelah saat berolahraga. Hal itulah yang menyebabkan penderita menjauhi dan malas melakukan olahraga.

“Karena penderita FA mudah lelah, dia jadi kesulitan melakukan olahraga atau bahkan kegiatan sehari-hari,” kata Guru Besar Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI, Prof. DR. dr. Yoga Yuniadi SpJP(K) di RS Harapan Kita, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Hal ini dikarenakan peningkatan laju jantung penderita FA jauh lebih tinggi dari orang normal.

Detak jantung yang lebih tinggi tentunya akan menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Kondisi itulah yang kemudian dikenali sebagai kelainan irama jantung, karena jantung akan menghasilkan detakan yang tak terkendali.

Namun demikian, bukan berarti penderita FA tidak perlu melakukan olahraga. Faktanya, olahraga adalah satu kebiasaan baik yang dapat menyeimbangkan hidup Anda. Jika Anda penderita FA, pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh dan tidak terlalu berat untuk dilakukan.

“Olahraga apa pun, bisa dilakukan. Pada dasarnya tidak ada satu olahraga khusus yang harus dan tidak harus dilakukan FA,” ungkap Yoga.

Kuncinya, Anda harus selalu memperhatikan irama jantung dan lakukan pengobatan. Jika Anda rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, maka peningkatan irama jantung dapat dihindari. Sehingga berolahraga akan terasa lebih nyaman.

Gejala Fibrilasi Atrium

Umumnya gejala penyakit FA beragam pada setiap orang. Ada beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan gejala, seperti usia dan riwayat penyakit lain.

Namun, satu hal yang pasti Anda rasakan adalah perbedaan detak jantung dan denyut nadi yang terdengar tidak teratur. Anda bisa mengenalinya dengan pemeriksaan sederhana, yaitu memeriksa nadi sendiri (MENARI).

Beberapa gejala yang muncul saat Anda terkena FA adalah cepat lelah, irama jantung tak teratur, sesak napas atau memiliki napas yang cenderung pendek. Di samping itu, Anda juga akan sering merasa berdebar, sulit melakukan pekerjaan sehari-hari, hingga rasa nyeri di sekitar dada seperti tertekan dan diikat.

Gejala lain yang juga akan timbul adalah pusing, perasaan melayang dan berputar, hingga pingsan. Selain itu, jika Anda mengalami peningkatan frekuensi buang air, dan dibarengi beberapa tanda di atas, saatnya Anda untuk mencurigai FA dan segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Fibrilasi Atrium dan Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah di dalam otak berhenti. Akibat dari stroke dapat berujung dengan kelumpuhan. Berita buruknya, stroke yang terjadi karena FA memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Stroke akibat FA juga memiliki sifat menyerang secara berulang dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengobatinya. Lebih dari 50 persen penderita FA kembali mengalami stroke dalam jangka waktu satu tahun.

Untuk itu, lakukan beberapa langkah untuk menurunkan risiko fibrilasi atrium. Salah satunya dengan rutin olahraga, mengonsumsi makanan sehat, serta hindari merokok. Menurunkan risiko FA berarti menurunkan risiko stroke dan kelumpuhan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar