Sukses

Kenali Respons Tubuh Anda Saat Demam

Demam tidak selalu menandakan bahwa Anda memiliki penyakit serius. Namun, demam dapat memengaruhi fungsi tubuh Anda. Ini pengaruh demam pada tubuh.

Setiap orang pasti pernah merasakan demam. Hal ini normal terjadi saat tubuh mengalami infeksi. Biasanya demam disertai dengan gejala penyerta lainnya. Apa saja pengaruh demam pada tubuh? 

Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Tubuh akan meningkatkan suhunya untuk membunuh mikroba yang tidak tahan terhadap panas.

Meski terkadang mengkhawatirkan, gejala demam tinggi tidak selalu menandakan bahwa Anda memiliki suatu penyakit serius. Berikut ini adalah beberapa respons yang terjadi pada tubuh saat Anda demam.

  1. Berkeringat

Pengaruh demam pada tubuh yang biasa terjadi adalah berkeringat. Ini termasuk hal yang normal. Ketika terjadi demam, tubuh akan berusaha menurunkan suhunya dengan cara alami. 

Artikel lainnya: Anak Demam Terus-Menerus, Kenapa Ya?

Saat itulah kelenjar keringat di tubuh akan bekerja lebih ekstra dan menghasilkan banyak keringat untuk mengembalikan suhu normal.

Namun, ciri-ciri demam yang satu ini bukan berarti Anda sudah terbebas dari masalah penyebab demam. Anda tetap harus mengatasinya penyebab infeksinya agar demam tidak muncul kembali.

  1. Menggigil

Saat demam Anda juga bisa menggigil. Menggigil ini merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi. 

Ketika suhu tubuh meningkat, maka suhu lingkungan sekitar akan menjadi lebih rendah dan udara di sekitar akan terasa lebih dingin dari biasanya. Akibatnya, otot tubuh akan berkontraksi dengan cepat dalam upaya menghasilkan panas tubuh. 

Artikel lainnya: Jenis-Jenis Demam dan Berbagai Penyebabnya

  1. Sakit Kepala

Jika tubuh Anda sedang melawan infeksi, bisa saja muncul keluhan lain seperti sakit kepala. Hal ini biasa terjadi saat Anda terserang flu. Pengaruh demam pada tubuh juga dapat menyebabkan peradangan. Pada beberapa orang, peradangan ini dapat menimbulkan sakit kepala.

Selain itu, jika Anda mengalami infeksi sinus misalnya, infeksi yang terjadi juga menyebabkan peradangan dan pembengkakan sehingga Anda merasakan sakit kepala.

  1. Memengaruhi Mood

Saat tubuh terinfeksi, maka tubuh akan melepaskan protein yang disebut sitokin. Sebuah studi menemukan bahwa otak mengenali sitokin sebagai molekuler penyakit. Hal inilah yang terkadang membuat mood Anda turun.  

  1. Cepat Lelah 

Gejala demam yang lain adalah cepat lelah. Sitokin memiliki dampak positif pada penyembuhan tubuh, tetapi hal ini bisa membuat Anda mudah merasa lelah dan mengubah pola tidur. 

Artikel lainnya: Normalnya, Berapa Hari Demam Berlangsung?

Saat demam, otak Anda membutuhkan istirahat lebih banyak daripada biasanya untuk memperbaiki dirinya sendiri. Jadi, pastikan untuk beristirahat sebanyak mungkin saat Anda sedang sakit, agar tubuh mampu melawan infeksi lebih cepat.

  1. Sulit Berkonsentrasi

Ciri-ciri demam yang lain adalah bisa membuat Anda sulit berkonsentrasi. Dalam sebuah penelitian terhadap 200 orang yang dipublikasikan di Brain, Behavior, and Immunity, para periset menemukan bahwa mereka yang menderita flu memiliki kewaspadaan yang buruk dan suasana hati yang negatif.

Penderita flu membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami dan mempelajari informasi baru. Kemampuan konsentrasi penderita flu dapat bekerja optimal begitu sembuh dari demam.

  1. Nafsu Makan Berkurang

Kondisi tubuh saat demam juga bisa membuat nafsu makan berkurang. Hal ini perlu Anda perhatikan karena jika tidak makan dengan cukup, maka bisa memperlambat proses penyembuhan. Cobalah untuk tetap makan dengan teratur. Namun, hindari makanan yang mengandung banyak pengawet, gula, atau zat tambahan lainnya.

Minumlah air lebih banyak dari biasanya karena saat demam, banyak energi tubuh digunakan untuk melawan infeksi. Hal ini tentunya akan membuat Anda rentan dehidrasi.

Demikian respons tubuh yang terjadi saat Anda demam. Anda juga bisa mengalami menggigil, sakit kepala, cepat lelah, dan gejala penyerta lainnya.

Suhu tubuh yang berubah-ubah sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh yang bersifat alami. Namun, waspadalah jika suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celsius selama beberapa hari. Jika Anda mengalami kondisi demikian, segera periksakan diri ke dokter. 

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar