Sukses

Gigi Berlubang, Ditambal atau Dicabut?

Saat memiliki gigi berlubang, bingung mau dirawat atau dicabut saja? Simak penjelasannya di sini.

Gigi berlubang dapat terjadi akibat kebiasaan, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, tidak rutin dalam menyikat gigi, kebanyakan ngemil, dan lainnya.

Cara mengatasi gigi berlubang dapat dilakukan dengan merawatnya, apabila memungkinkan. Penambalan gigi berlubang disertai perawatan dapat membantu gigi berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

Namun, pada beberapa kondisi, biasanya gigi berlubang memerlukan pencabutan. Sebab, gigi berlubang yang sudah parah akan membutuhkan perawatan berkali-kali dan juga biaya yang tidak sedikit.

Nah, bila masih bingung mengenai kondisi gigi berlubang ditambal atau dicabut saja, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1 dari 3 halaman

Kondisi Gigi Berlubang yang Masih Bisa Ditambal

Gigi berlubang perlu ditambal atau dicabut sebenarnya bergantung pada beberapa kondisi. Sebab, penambalan dan perawatan perlu ditinjau ulang karena memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Selain itu, tidak setiap gigi berlubang dapat diatasi dengan menambal dan merawatnya saja. Berikut ini adalah syarat kondisi gigi berlubang yang masih bisa dilakukan penambalan:

  • Gigi dengan Karies Email

Menambal gigi berlubang bisa dilakukan pada gigi yang mengalami karies email. Kondisi ini terjadi ketika kerusakan gigi hanya sampai ke lapisan email gigi. Lapisan email adalah lapisan terluar gigi. Pada tahap ini, gigi bisa langsung ditambal permanen.

  • Gigi dengan Karies Dentin

Kondisi ini terjadi ketika saat kerusakan gigi sudah lebih dalam lagi sampai ke bagian dentin. Pada tahap ini, menambal gigi berlubang dengan tambalan permanen masih bisa dilakukan.

Namun, jika bagian dentin yang terkena sudah terlalu dalam (mendekati bagian saraf), maka perlu diobati dahulu sehingga tidak bisa langsung dilakukan tambalan permanen.

  • Gigi dengan Karies Mencapai Pulpa (Saraf Gigi)

Kondisi ini adalah ketika kerusakan gigi sudah sampai bagian saraf gigi, sehingga perlu dilakukan serangkaian perawatan saluran akar, baru kemudian menambal gigi berlubang secara permanen bisa dilakukan.

Artikel Lainnya: Perlukah Gigi Berlubang Dirawat di Dokter Gigi?

2 dari 3 halaman

Kondisi Gigi Berlubang yang Harus Dicabut

Pada beberapa kondisi gigi berlubang, gigi tersebut sudah tidak bisa diatasi dengan menambal dan merawatnya. Nah, kondisi-kondisi yang mengharuskan tindakan mencabut gigi berlubang, antara lain:

  • Gigi Berlubang Besar dan Dalam

Tindakan pencabutan gigi diperlukan pada kondisi gigi yang lubangnya besar dan dalam sampai bagian saraf gigi, lalu tembus lagi dari dasar gigi sampai ke percabangan akar gigi (bifurkasi).

Pada kondisi tersebut, gigi sudah tidak bisa dirawat lagi karena infeksi sudah menyebar ke bagian bawah gigi.

  • Gigi Berlubang Disertai Goyang

Pada kondisi ini, menambal gigi berlubang akan sia-sia. Pasalnya, gigi akan tetap sakit karena goyangnya gigi tersebut, kecuali dilakukan terapi splinting untuk menstabilkan gigi goyang. Namun, dengan catatan kerusakan tulang alveolar tidak terlalu berat.

Artikel Lainnya: Ngemil Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang

  • Gigi Berlubang Tinggal Akar

Bila mengalami gigi berlubang sampai menyebabkan gigi hanya tinggal sisa akar saja, tindakan mencabut gigi berlubang lebih baik dilakukan supaya tidak menyebabkan infeksi.

  • Gigi Berlubang pada Geraham Bungsu yang Tumbuh Miring

Tindakan pencabutan gigi perlu dilakukan pada kondisi gigi geraham bungsu yang berlubang, serta tumbuhnya miring. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan pada gigi sebelahnya.

Meski pencabutan gigi berlubang sudah dilakukan, jangan berpikir masalah akan selesai sampai di situ saja. Sebaliknya, sederet masalah akan muncul jika Anda tidak segera mengganti gigi yang hilang dengan gigi palsu.

Kondisi yang mungkin terjadi, misalnya gigi antagonisnya dan gigi sebelahnya akan bergerak ke arah yang kosong, serta kesulitan dalam mengunyah yang membuat salah satu sisi tidak dipakai mengunyah.

Kesulitan mengunyah sebelah berpotensi menyebabkan penumpukan karang gigi dan penyakit periodontal sehingga gigi lainnya menjadi sakit dan goyang.

Demikian penjelasan mengenai kondisi gigi berlubang ditambal atau dicabut. Apa pun kondisi gigi dan mulut Anda, rutinlah melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk antisipasi terhadap penumpukan karang gigi dan gejala dini gigi berlubang.

Konsultasikan juga masalah gigi dan mulut Anda kepada dokter gigi melalui layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

4 Komentar