Sukses

Amankah Makan Lontong yang Dimasak dengan Kantong Plastik?

Berikut ini adalah penjelasan Badan POM tentang penggunaan kantong plastik untuk memasak termasuk untuk membuat lontong.

Klikdokter.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengeluarkan klarifikasi terkait penggunaan kantong plastik dalam memasak. Klarifikasi itu untuk menjawab keresahan masyarakat yang baru-baru ini diterpa informasi yang kurang akurat, salah satunya adalah bahaya dari makan lontong yang dimasak dengan kantong plastik.

Media sosial sempat diramaikan dengan pemberitaan yang menyebut bahwa lontong yang dimasak dengan kantong plastik tidak baik untuk dikonsumsi. Sebab lontong plastik disebut-sebut dapat memicu kanker dan kemandulan. Namun Badan POM menyebut informasi itu tidak sepenuhnya benar.

Dikutip dari situs pom.go.id, Penny K. Lukito selaku Kepala Badan POM mengajak masyarakat untuk mengetahui terlebih dahulu perihal plastik yang biasanya digunakan untuk memasak lontong. Menurutnya, jika dimasak menggunakan plastik yang sesuai, lontong tersebut tak akan menyebabkan kanker dan mandul.

Pada umumnya, kantong plastik yang tersedia di pasaran terbuat dari bahan baku Low-density polyethylene (LDPE), Linear Low-density polyethylene (LLDPE), High-density polyethylene (HDPE), Polypropylene (PP) dan Oriented Polypropylene (OPP).

Masing-masing jenis plastik tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda, baik pada titik leleh, kelenturan, kejernihan, hingga ketahanan terhadap suhu.

Plastik terbaik adalah plastik dengan jenis LLDPE, HDPE, PP dan OPP. Pasalnya, jenis-jenis plastik itu akan meleleh atau melunak di atas suhu 100°C. Plastik yang memiliki titik leleh tinggi seperti ini cenderung lebih aman digunakan pada suhuh tinggi, termasuk untuk membuat lontong.

Sementara itu, kantong plastik LDPE memiliki titik leleh yang lebih rendah. Plastik ini akan meleleh jika berada pada suhu 83°C - 98°C. Anda disarankan untuk tidak menggunakan plastik jenis ini di atas suhu tersebut. Namun, jenis plastik ini cukup kuat untuk menyimpan makanan beku non lemak hingga suhu -50°C.

Badan POM menyebut berbagai jenis plastik pada dasarnya bersifat inert alias tidak mudah berinteraksi dan tak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan. Akan tetapi, bahan-bahan tambahan seperti pelicin, antioksidan, dan pewarna dalam proses pembuatan plastik, berisiko menggangu kesehatan.

Namun demikian, Anda mungkin akan kesulitan untuk memastikan sendiri jenis plastik yang aman digunakan untuk memasak. Untuk itu, Badan POM mengajak para pelaku usaha untuk menggunakan produk yang sesuai standar dan telah melewati uji migrasi (perpindahan zat dari plastik ke makanan) untuk menjamin keamanannya.

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM No. HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan, di antaranya menyebutkan bahwa plastik untuk kemasan pangan, termasuk untuk membuat lontong, harus memenuhi syarat uji migrasi dan agar setiap plastik yang dijual diberi label dengan jelas, seperti jenis ketahanan panas dan keterangan lainnya.

Penny mengimbau agar masyarakat harus berhati-hati dalam menggunakan plastik untuk memasak, termasuk merebus lontong.

Ia pun berpesan, jika Anda menemukan keraguan atau memerlukan informasi yang lebih jelas seputar penggunaan plastik untuk memasak, Anda dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mail halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Dengan mendapatkan informasi yang lengkap, Anda tak perlu khawatir lagi soal isu yang beredar tentang penggunaan plastik untuk memasak, seperti isu tentang bahaya akan makan lontong yang dimasak dengan kantong plastik yang beredar di masyarakat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar