Sukses

Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Saat Sakit

Ketika sakit, Anda tak boleh asal dalam pengobatan. Berikut ini adalah kesalahan yang sering dilakukan orang saat sakit.

Sakit yang tiba-tiba menyerang di tengah aktivitas memang menyebalkan. Tak jarang Anda akan mencari pertolongan pertama untuk meredakan rasa sakit. Tapi, sadarkah Anda terhadap kesalahan saat sakit yang sering dilakukan demi meredakan gangguan kesehatan tersebut?

Beberapa penyakit memang memiliki gejala khas sehingga lebih mudah didiagnosis. Namun, kebanyakan penyakit memiliki gejala awal yang mirip, seperti demam, batuk, sakit perut, sakit kepala, dan sebagainya.

Padahal, gejala-gejala tersebut bisa menandakan penyakit serius. Tidak sedikit pula orang-orang yang melakukan kesalahan saat sakit untuk mengatasi keluhannya. Berikut kebiasaan salah saat sakit yang sering dilakukan:

1 dari 8 halaman

1. Penggunaan Inhaler untuk Penderita Asma

Bagi penderita asma, inhaler adalah ‘senjata’ wajib yang harus selalu dibawa. Benda ini biasa digunakan untuk meredakan serangan asma. Namun, teknik penggunaan inhaler yang salah membuat hasilnya tak maksimal.

Kesalahan saat sakit ini sering terjadi ketika asma kambuh. Serangan asma yang mendadak kerap membuat penderita terburu-buru menghirup inhaler. Akibatnya, paru-paru hanya menerima tak lebih dari 7 persen obat yang disemprotkan.

Artikel Lainnya: Deretan Penyakit Berbahaya yang Sering Dikira Masuk Angin

Agar pengobatan maksimal, cara penggunaan inhaler yang bisa Anda terapkan, di antaranya:

  • Pastikan bahwa inhaler yang Anda gunakan higienis.
  • Kocok inhaler terlebih dahulu.
  • Pegang inhaler dengan benar, yaitu tegak lurus dengan jari telunjuk di atas tabung.
  • Bernapaslah dengan teknik yang benar selama menggunakan inhaler. Jangan terlalu cepat dan terlalu lama.
  • Tahan napas Anda selama 10 detik setelah menghirup obat dari inhaler. Biarkan obat meresap ke dalam paru-paru Anda.

Agar lebih mudah, gunakan inhaler dengan posisi duduk atau berdiri tegak. Pasalnya, menggunakan inhaler dalam posisi berbaring akan menyulitkan Anda.

2 dari 8 halaman

2. Penggunaan Obat Tetes Mata

Obat yang satu ini sering menjadi andalan saat Anda merasakan ada yang salah pada mata. Nyatanya, cara penggunaan yang kurang tepat dapat menimbulkan bahaya. Bukannya menyembuhkan masalah mata yang Anda alami, mungkin malah memperburuk.

Kebiasaan salah saat sakit terletak pada pemakaian obat mata. Tidak jarang orang meneteskannya di sudut dalam mata. Padahal, hal ini dapat menyebabkan ujung dalam mata berhubungan langsung dengan hidung dan mulut Anda.

Obat tetes mata yang mengendap di area tersebut bisa memicu timbulnya penyakit lain yang berhubungan dengan hidung dan tenggorokan. Oleh karena itu, teteskan obat mata di tengah bola mata. Setelah itu, pejamkan mata selama 30 detik.

Artikel Lainnya: Cara Atasi Sakit Kepala Tanpa Obat!

Anda juga harus memberikan jeda pada setiap tetesan obat. Menurut Stephanie Marioneaux, MD, seorang dokter mata di Chesapeake, Virginia, kesalahan saat sakit mata yang umum adalah meneteskan obat mata terlalu cepat.

Seperti dikutip dari Everyday Health, menurut Stephanie, mata hanya memiliki kemampuan untuk menerima satu tetes obat mata sebelum menyerapnya. Terlalu cepat meneteskannya dapat membuat cairan obat mata mengalir ke wajah dan terbuang sia-sia.

3 dari 8 halaman

3. Sedikit-Sedikit Minum Obat

Tak jarang, untuk meredakan nyeri saat penyakit datang, Anda memilih untuk terus mengonsumsi obat. Bukannya menyembuhkan penyakit, kebiasaan ini justru membahayakan kesehatan.

Sebab saat sakit, biasanya Anda akan terpacu untuk terus menenggak pil penghilang rasa sakit. Hal ini bisa menyebabkan overdosis.

Kesalahan saat sakit lainnya adalah mengonsumsi obat saat perut kosong. Padahal, meminum obat saat perut kosong bisa memicu penyakit lain, misalnya sakit perut.

Artikel Lainnya: Inilah Bentuk Reaksi Alergi Obat pada Anak

4 dari 8 halaman

4. Salah Menggunakan Nasal Spray

Kesalahan dalam penggunaan nasal spray adalah Anda tidak membersihkan hidung terlebih dahulu. Akibatnya, cairan hidung alias ingus yang telah menumpuk akan membuat obat tidak dapat bekerja secara efektif.

Cara penggunaan nasal spray yang benar, antara lain:

  • Sebelum memakainya, hembuskan hidung Anda. Meski akan terasa sesak, ini berguna untuk membuat hidung lebih siap menerima semprotan obat.
  • Tutuplah satu lubang hidung Anda dan hirup nasal spray melalui lubang hidung lain yang terbuka.
  • Ambil waktu jeda.
  • Ulangi pada sisi satunya.
5 dari 8 halaman

5. Melakukan Self Diagnosis

Self diagnosis adalah upaya mendiagnosis diri sendiri saat sedang sakit berdasarkan informasi yang didapatkan dari Internet, teman, atau bahkan keluarga yang pernah merasakan hal yang sama. Ini merupakan kesalahan saat sakit yang paling sering dilakukan.

Padahal, diagnosis terhadap suatu penyakit dapat berbeda-beda tiap orang walaupun gejala awal yang dirasakan mirip. Hal ini bisa saja membuat Anda mengonsumsi obat yang tidak sesuai dan malah memperburuk penyakit yang dialami.

6 dari 8 halaman

6. Konsumsi Antibiotik Sembarangan

Setelah melakukan self diagnosis, banyak orang yang membeli obat di apotek tanpa resep dokter, salah satunya antibiotik. Banyak juga yang mengonsumsi obat antibiotik dari dokter sebelumnya ketika gejala yang dirasakan mirip dengan sakit saat ini.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Berbagi Antibiotik

Antibiotik merupakan obat keras dan tidak boleh dikonsumsi tanpa pengawasan dari dokter. Bila dikonsumsi sembarangan, tubuh dapat resisten terhadap antibiotik tersebut. Jadi, bisa saja ketika tubuh Anda memang membutuhkannya, antibiotik tersebut malah tidak mempan dalam mengatasi infeksi.

7 dari 8 halaman

7. Konsumsi Obat Tidak Teratur

Kesalahan saat sakit berikutnya adalah meminum obat dengan tidak teratur. Padahal, dokter sudah memberikan dosis dan anjuran mengonsumsi ketika memberikan obat.

Banyak orang yang jika merasa sudah sembuh, obat tersebut tidak diminum lagi. Padahal, obat-obat seperti antibiotik, steroid, antidepresan, dan obat tertentu lainnya harus diminum sampai habis sesuai anjuran.

Waktu atau jarak mengonsumsi obat juga harus teratur agar dapat bekerja dengan maksimal di dalam tubuh.

Konsumsi obat tidak teratur bisa juga timbul pada beberapa penderita hipertensi. Banyak orang yang berhenti meminum obat antihipertensi ketika tekanan darahnya mulai kembali normal. Padahal, obat hipertensi harus diminum teratur agar tekanan darah terkontrol walaupun sudah kembali normal.

Demikian beberapa kesalahan saat sakit yang kerap kali dilakukan. Dalam mendiagnosis suatu penyakit, dibutuhkan wawancara dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Lalu, untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal juga harus memperhatikan dosis dan cara penggunaan obat dengan benar.

Nyatanya, banyak orang—mungkin termasuk Anda—sering mengabaikan hal-hal kecil di atas. Akibatnya, Anda juga melakukan kebiasaan tersebut saat sakit. Nah, mulai sekarang hindari kesalahan-kesalahan tersebut, ya.

[WA]

3 Komentar