Sukses

2 Kota di Indonesia Ini Punya Kualitas Udara Buruk

Ada dua kota di Indonesia yang punya kualitas udara buruk se-Asia Tenggara. Kota mana saja?t

Klikdokter.com, Jakarta World Health Organization (WHO) mendata kualitas udara di kota-kota besar dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Dari data tersebut, ada dua kota di Indonesia yang memiliki pencemaran dan polusi udara yang cukup tinggi. Kota mana saja?

Menurut Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), ahli paru di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, dua kota yang memiliki kualitas udara buruk menurut WHO adalah Jakarta dan Bandung. Di Asia Tenggara, Jakarta berada di peringkat ke-4 kota dengan polusi udara tinggi dan Bandung di peringkat ke-5.

“Indeks ini menunjukkan bahwa (udara) sudah tidak sehat,” katanya.

Merujuk ISPU, standar udara sehat di perkotaan dibagi dalam beberapa rentang angka. Udara perkotaan tergolong baik jika angka ISPU 0–50 (hijau), sedang pada angka 51–100 (biru), tidak sehat pada angka 101–199 (kuning), sangat tidak sehat pada 200–299 (merah), dan berbahaya pada angka di atas 300 (hitam).

Kualitas udara di Jakarta sendiri, lanjut dr. Agus, sudah semakin jauh dari kategori sehat, bahkan cenderung dapat membahayakan kesehatan tubuh. Dalam satu tahun, katanya, hanya sekitar 80 hari di Jakarta yang memiliki kualitas udara lebih sehat.

“Berdasarkan penelitian yang dilakukan, di Jakarta udara lebih sehat hanya saat tidak banyak aktivitas kendaraan di jalan. Itu mungkin di Sabtu dan Minggu. Dalam satu tahu, hanya sekitar 70 sampai 80 hari yang benar-benar memiliki udara sehat dengan kualitas polusi di bawah 50,” ujar dr. Agus.

Polusi Udara Meningkat

Pada tahun 2016, WHO mengeluarkan laporan global terbaru yang menunjukkan bahwa polusi udara meningkat lima persen di lebih dari dua pertiga kota di wilayah Asia Tenggara.

"Meningkatkan kualitas udara harus menjadi prioritas kesehatan di negara-negara WHO kawasan Asia Tenggara untuk mencegah risiko kesehatan miliaran orang," kata WHO Regional Director for South-East Asia, Dr. Poonam Khetrapal Singh seperti dikutip dari Liputan6.com.

Ponnam menyebut dampak dari polusi udara bisa menyebabkan stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru, dan penyakit pernapasan akut. Secara global, pada 2012 polusi udara di perkotaan diperkirakan telah menyebabkan 3,7 juta kematian dengan lebih dari sepertiga dilaporkan dari wilayah Asia Tenggara.

Udara yang tidak sehat dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan dan pernapasan. Umumnya gejala yang ditunjukkan jika Anda terpapar polusi udara adalah sesak dan kesulitan bernapas.

“Dampak paling simpel dari polusi udara itu sakit kepala. Kalau sakit kepala bisa migrain, kemudian saat polusi ada gas iritan yang kalau terhirup menyebabkan iritasi sepanjang jalur yang dilewati,” kata dr. Agus.

Jadi, di tengah kepungan kualitas udara yang buruk, sebaiknya Anda lebih memperhatikan kesehatan pernapasan. Gunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan. Mengonsumsi makanan sehat juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak terlalu rentan terkena penyakit yang disebabkan polusi udara.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar