Sukses

Daging Merah ‘All You Can Eat’, Kawan atau Lawan?

Daging merah hampir tidak pernah absen dari menu makanan sehari-hari. Apa saja dampak dan manfaat mengonsumsi daging merah?

Klikdokter.com, Jakarta Restoran all you can eat menjamur di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Uniknya, sebagian besar restoran jenis ini menawarkan daging merah sebagai menu utama. Cara pengolahannya pun berbeda, ada yang dibakar ataupun goreng. Tapi soal dampak kesehatan, daging merah bisa jadi kawan atau lawan ya?

Restoran all you can eat memang menawarkan sensasi yang berbeda. Sebab, Anda bisa memilih menu apa saja termasuk daging merah, namun hanya membayar dengan satu harga. Tidak heran, banyak orang yang tidak enggan untuk mengunjungi restoran jenis ini. Anda salah satunya?

Jika ya, Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, daging merah yang menjadi sajian utama di restoran all you can eat bisa menjadi musuh Anda, apalagi bila dikonsumsi tanpa memperhatikan porsi.

Faktanya, daging merah mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Dengan mengonsumsinya secara berlebihan, Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung koroner, serangan jantung, bahkan stroke.

Tidak hanya itu, beberapa penelitian juga pernah melaporkan bahwa konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan penyakit ginjal. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sedang meneliti tentang daging merah dan hubungannya dengan berbagai jenis kanker.

Daging merah juga bisa jadi kawan

Konsumsi daging merah dalam jumlah berlebih memang bisa mengakibatkan penyakit berbahaya. Akan tetapi, jika dikonsumsi pada porsi dan cara yang tepat, daging merah juga bisa memberikan banyak manfaat.

Dikatakan oleh dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc dari KlikDokter, daging merah mengandung zat besi, vitamin B dan zink yang baik untuk menunjang fungsi tubuh. Apabila dikonsumsi pada porsi secukupnya dan diolah dengan cara tepat, daging merah terbukti bisa memberikan segudang manfaat kesehatan.

Atas dasar itu, jika Anda hanya ingin merasakan kebaikan daging merah tanpa merasakan keburukannya, batasi porsi konsumsinya sekalipun sedang berada di restoran all you can eat.

"Boleh saja Anda sesekali makan di restoran all you can eat, misalnya sebulan atau dua bulan sekali jika ada acara tertentu. Namun saat makan, ada beberapa siasat yang bisa Anda terapkan untuk meminimalkan efek samping dari makan sepuasnya itu," ujar dr. Karin Wiradarma, M. Gizi dari KlikDokter.

Siasat pertama adalah sebisa mungkin menghindari makanan berkalori tinggi, manis-manis, berlemak dan makanan yang digoreng. Kedua, usahakan hanya mengambil daging rendah lemak dan sayur-sayuran. Pilihlah banyak sayur di awal, yang akan membuat Anda kenyang lebih cepat. Dengan demikian, Anda tidak akan tergoda untuk makan terlalu banyak.

"Ketiga, makan all you can eat akan lebih baik jika dilakukan di siang hari, di mana Anda masih memiliki kesempatan untuk membakar kelebihan kalori yang masuk ke dalam tubuh dengan aktivitas atau olahraga di sore hari," saran dr. Karin.

Restoran all you can eat menyajikan menu daging merah dan lainnya supaya Anda bisa makan sepuasnya. Tapi ingat, daging merah juga bisa jadi lawan. Supaya tidak terkena penyakit berbahaya, Anda perlu mengatur porsi makan supaya tidak berlebihan. Anda tidak ingin kenikmatan yang ditawarkan restoran all you can eat malah menjadi bumerang bagi diri sendiri, bukan?

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar