Sukses

Benarkah Poligami Sebabkan Penyakit Jantung pada Pria?

Stres dalam menjalankan banyak rumah tangga, dan 'biaya emosional' poligami dituding dapat menyebabkan penyakit jantung.

Klikdokter.com, Jakarta Poligami, atau memiliki lebih dari satu suami/istri, merupakan tindakan yang sah-sah saja. Namun belakangan, poligami disebut-sebut dapat menyebabkan penyakit jantung khususnya pada pria. Benarkah ini?

Untuk mengetahui hal itu, penelitian dilakukan terhadap 687 pria di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dua pertiga pria dalam penelitian ini memiliki satu istri, sedangkan sisanya memiliki antara dua sampai empat istri.

Hasilnya mencengangkan, ternyata pria dengan banyak istri memiliki empat kali risiko penyakit jantung. Kejadian ini diduga akibat stres dalam menjalankan banyak rumah tangga, dan 'biaya emosional' poligami.

“Kami menemukan hubungan antara meningkatnya jumlah istri dan tingkat keparahan jumlah penyumbatan koroner. Ini bisa jadi karena kebutuhan untuk menyediakan dan memelihara rumah tangga yang terpisah turut menambah beban keuangan serta biaya emosional,” kata dr. Amin Daoulah, seperti dikutip dari telegraph.co.uk.

Dia mengatakan, terdapat faktor lain yang diduga turut berperan pada kejadian poligami dan penyakit jantung, yakni tingkat aktivitas fisik dan faktor keintiman. Karena itu, efek poligami terhadap kesehatan jantung masih perlu ditelaah lebih jauh.

"Orang yang sudah menikah memiliki kesehatan dan umur panjang yang lebih baik memang sudah terbukti. Namun efek poligami terhadap kesehatan pembuluh darah masih perlu diteliti lebih lanjut," ungkap dr. Daoulah.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan poligami dan penyakit jantung belum diketahui secara pasti. Karena disebutkan bahwa kejadian penyakit jantung lebih condong pada tingkat stres dan beban emosional.

Poligami atau tidak, semua kembali pada diri Anda. Yang terpenting adalah menerapkan pola hidup sehat, cukup istirahat, dan menghindari stres. Dengan ini, Anda akan terhindar dari penyakit jatung dan kondisi berbahaya lainnya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar