Sukses

Kaesang dan Psikologis Sang Pelapor

Pelapor Kaesang Pangarep diketahui sering melapor ke kantor polisi sepanjang 2017.

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini, putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dilaporkan ke polisi karena video yang diunggahnya dinilai menggandung ujaran kebencian. Berdasarkan informasi yang beredar, kasus tersebut telah ditutup oleh pihak kepolisian sebab tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk dipidanakan.

Peristiwa itu langsung mencuri perhatian banyak orang. Menariknya, Muhammad Hidayat, pelapor Kaesang, diketahui sudah membuat banyak laporan. Sepanjang 2017, Hidayat disebut telah membuat laporan sebanyak 60 kali.

Apakah hal tersebut berkaitan dengan gejala kelainan kepribadian?

Menurut psikolog Bona Sardo, S.Psi., M.Psi., perilaku pelapor Kaesang yang membuat laporan dengan jumlah banyak merupakan tindakan tidak wajar.

Namun untuk mengetahui apakah perbuatannya merupakan gangguan kepribadian, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Secara psikologis apa yang dilakukan bisa termasuk dalam defence mechanism, yaitu mekanisme pertahanan diri. Semua orang memiliki hal ini,” kata Bona saat dihubungi Klikdokter.com.

Menurut Bona, ada banyak ciri-ciri yang dapat menunjukkan seseorang memiliki kelainan kepribadian. Namun, pemeriksaan lebih dalam tetap diperlukan untuk mendapatkan kepastian.

“Bisa saja itu bukan gangguan kepribadian, tapi dia hanya ingin mendapat pengakuan,” tutur Bona yang juga seorang dosen Psikologi Klinis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Apa Itu defence mechanism?

Lebih lanjut, Bona menjelaskan, defence mechanism biasanya dilakukan bila seseorang merasa dirinya perlu melakukan pertahanan dari kesalahan yang mungkin telah dia lakukan.

“Semua orang memiliki defence mechanism tapi ini berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya,” ungkapnya.

Dilihat dari kasusnya, kata Bona, bisa saja yang dilakukan Hidayat masuk dalam defance mechanism projection. Defance mechanism projection adalah jenis pertahanan diri yang dilakukan dengan mencari kesalahan dan menyalahkan orang lain.

“Jadi sebenernya dia tahu kalau dia salah, tapi dia mau cari orang lain buat disalahkan,” tutur Bona.

Selain proyeksi, ada banyak jenis defence mechanism. Salah satunya yaitu defence displacement, melakukan pertahanan diri dengan meluapkan emosi tidak langsung pada sasaran, melainkan pada objek lainnya.

Bona menambahkan, kecenderungan seseorang mengalami gangguan kepribadian adalah jika dalam enam bulan, seseorang menunjukkan tanda-tanda gangguan kepribadian secara terus-menerus.

“Defance mekanism itu, semua orang melakukan. Tapi ada kadarnya, kalau sudah berlebihan, terlalu sering, terlalu kaku, itu bisa jadi gangguan. Tapi kalau hanya dilakukan sesekali dan ada bentuk pertahanan lain yang dilakukan, itu masih sehat,” ujar Bona.

Belakangan ini publik semakin ramai membicarakan pelaporan terhadap Kaesang yang menggunakan kata ‘ndeso’ dalam vlog pribadinya. Tak sedikit orang yang mengira bahwa hal tersebut dilakukan oleh pelapor Kaesang untuk mendapat perhatian.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar