Sukses

Ibu Hamil Keputihan, Apakah Berbahaya bagi Janin?

Keputihan juga bisa terjadi pada ibu hamil. Apa penyebab keputihan saat hamil? Apa saja bahaya keputihan saat hamil? Cari tahu faktanya di sini!

Keputihan saat hamil adalah salah satu kondisi yang umumnya terjadi tanpa bisa dihindari. Sebagian wanita merasa sangat khawatir saat mengalami kondisi ini, karena takut akan memengaruhi kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya.

Pertanyaannya, apa benar keputihan saat hamil adalah kondisi yang harus selalu diwaspadai? Adakah bahaya keputihan pada janin?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu tahu bahwa keputihan dapat digolongkan menjadi dua: keputihan normal dan abnormal.

Pada keputihan normal, kondisi ini terjadi akibat adanya perubahan hormon di dalam tubuh wanita. Sedangkan pada keputihan abnormal, kondisi ini biasanya terjadi akibat adanya infeksi atau masalah medis lainnya.

Terkait bahaya keputihan saat hamil, memang benar bahwa kondisi ini bisa saja mengancam kesehatan janin. Namun, hal ini hanya berlaku jika ibu hamil mengalami keputihan abnormal akibat suatu penyakit.

Artikel lainnya: Yoghurt untuk Mengatasi Vagina Gatal Saat Hamil, Efektifkah?

1 dari 4 halaman

Keputihan Akibat Infeksi Jamur

Seorang wanita mengalami peningkatan hormon estrogen saat hamil. Di satu sisi, hal ini diperlukan agar pertumbuhan dan perkembangan janin terjaga dengan baik. Namun di sisi lain, gejolak hormon estrogen tersebut juga menyebabkan keputihan saat hamil.

Diketahui bahwa kadar hormon estrogen yang tinggi dapat mengubah derajat keasaman vagina, sehingga jamur yang secara normal ada di vagina menjadi tumbuh berlebihan. Alhasil, keputihan akibat infeksi jamur Candida albicans tidak bisa dihindari lagi.

Keputihan akibat infeksi jamur memiliki ciri sebagai berikut:

  • Cairan vagina yang keluar menggumpal seperti keju,
  • Tidak begitu berbau,
  • Disertai kemerahan dan rasa gatal,
  • Panas hingga perih pada vagina,
  • Rasa nyeri ketika berkemih atau berhubungan intim.

Meski terjadi saat hamil, keputihan akibat infeksi jamur tidak berbahaya bagi janin. Ini karena infeksinya hanya bersifat lokal (di vagina), dan tidak akan naik ke arah rahim ataupun memicu keguguran hingga persalinan prematur.

Keputihan akibat jamur murni hanya menimbulkan iritasi dan rasa tidak nyaman pada area kewanitaan Anda.

2 dari 4 halaman

Penyebab Keputihan saat Hamil yang Berbahaya

Keputihan saat hamil juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Gardnerella vaginalis, parasit Trichomonas vaginalis, atau kuman penyebab infeksi menular seksual lainnya.

  • Bakterial Vaginosis (BV)

Bakterial vaginosis atau vaginosis bakterialis merupakan suatu kondisi di mana terjadi pertumbuhan bakteri secara berlebihan pada vagina.

Bakterial vaginosis disebabkan oleh bakteri Gardnerella vaginalis, namun pada beberapa kasus ditemukan bakteri lain seperti Lactobacillus, Prevotella, Mycoplasma hominis, Ureaplasma urealyticum, dan Streptococcus viridans.

Beberapa ciri keputihan yang terjadi akibat bakterial vaginosis, antara lain:

  • Bau amis pada vagina, terlebih saat berhubungan seksual
  • Gatal pada vagina
  • Keputihan berwarna abu-abu
  • Kemerahan di sekitar bibir vagina
  • Nyeri atau terdapat sensasi terbakar saat berkemih

Adanya bakterial vaginosis pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, khususnya jika tidak ditangani dengan baik. Selain itu, infeksi ini juga bisa menyebar ke rongga panggul dan menyebabkan Pelvic Inflammatory Disease (PID).

  • Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Bahaya keputihan saat hamil akibat trikomoniasis adalah meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan bayi rentan terinfeksi parasit tersebut saat lahir.

Gejala trikomoniasis yang bisa muncul pada wanita hamil, antara lain:

  • Keputihan berbau busuk
  • Carian keputihan berbusa dan berwarna kuning kehijauan
  • Gatal dan kemerahan di sekitar vagina
  • Nyeri saat berkemih dan berhubungan seksual

Apabila keluar keputihan saat hamil dengan ciri-ciri di atas, Anda wajib segera berobat ke dokter agar bisa ditangani. Semakin cepat diobati, semakin besar peluang untuk menghindari komplikasi.

Artikel lainnya: Sering Pakai Pembersih Vagina, Adakah Efeknya pada Janin?

3 dari 4 halaman

Cara Mencegah Keputihan saat Hamil

Untuk mencegah keputihan saat hamil yang berbahaya, berikut beberapa upaya yang bisa Anda lakukan:

  • Ganti pakaian dalam jika terasa lembap atau basah
  • Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan berbahan katun
  • Ganti segera pakaian seusai berolahraga maupun berenang
  • Hindari pemakaian celana yang ketat atau berbahan sintetik
  • Sesekali, tidurlah tanpa mengenakan celana. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi di area genital
  • Gunakan pembalut tipis atau pantyliner jika cairan keputihan terlalu banyak. Pastikan untuk menggantinya setiap 2-3 jam atau setiap kali penuh
  • Hindari penggunaan tisu, pembalut, atau sabun berpewangi di dareah kewanitaan Anda
  • Hindari pencucian vagina (vaginal douching), karena akan mengganggu derajat keasaman area kewanitaan Anda
  • Bilas area kewanitaan dari arah depan ke belakang setiap habis berkemih. Keringkan dengan arah yang sama
  • Bersihkan area kewanitaan 2-3 kali sehari dengan air hangat dan pembersih yang mengandung asam laktat
  • Batasi konsumsi makanan tinggi gula agar tidak memudahkan pertumbuhan jamur
  • Konsumsi air putih yang cukup dan hindari menahan keinginan berkemih
  • Konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan dan sumber probiotik seperti yoghurt untuk membantu menjaga keasaman vagina
  • Kontrol berat badan. Semakin banyak kenaikan berat badan, maka daerah vagina akan semakin lembap karena terhimpit oleh lemak paha
  • Gunakan kondom jika ingin berhubungan seksual

Jika Anda mengalami keputihan saat hamil, perhatikan betul ciri-cirinya. Jika keluar cairan putih saat hamil disertai dengan gejala-gejala keputihan abnormal, sebaiknya segera berobat ke dokter sebelum terlambat. Jangan coba-coba mendiagnosis atau mengobatinya sendiri, agar Anda tidak malah memperburuk kondisi.

Punya pertanyaan seputar ibu hamil keputihan? Jangan sungkan untuk bertanya secara langsung pada dokter melalui aplikasi Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gratis, lho!

(NB)

0 Komentar

Belum ada komentar