Sukses

Kenapa Penderita Tekanan Darah Tinggi Mudah Marah?

Anda mungkin sering mendengar bahwa penderita darah tinggi mudah marah? Benarkah dan apa sebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Mudah marah dan tekanan darah tinggi kerap dikaitkan satu sama lain. Faktanya, pernyataan ini tidak terbukti kebenarannya, karena memang belum ada studi yang membuktikan hubungan keduanya.

Memang ada hubungan antara darah tinggi dengan stres atau marah. Tapi bukan berarti tekanan darah tinggilah yang menyebabkan seseorang mudah marah. Sebaliknya, stres bisa menyebabkan tekanan darah Anda melonjak sementara.

Pertanyaan berikutnya: Apakah stres juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi jangka panjang? Para ahli belum yakin akan hal ini. Namun para ahli yakin dengan berolahraga 3–5 kali seminggu selama 30 menit.

Nah, bagi Anda yang telah didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi, cobalah untuk melakukan aktivitas fisik. Hal ini dapat membantu Anda mengatasi stres yang pada akhirnya akan menurunkan tekanan darah tinggi Anda.

Tapi sebenarnya, bagaimana kemarahan atau stres dapat membuat tekanan darah melonjak?

Tubuh Anda menghasilkan lonjakan hormon, yaitu hormon adrenalin, saat Anda berada dalam perasaan marah. Hormon ini untuk sementara meningkatkan tekanan darah dengan menyebabkan jantung Anda berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan tekanan darah meningkat sementara saat marah. Tapi bukan berarti peningkatan sementara ini membuat Anda langsung memiliki predikat penderita hipertensi.

Bahkan Anda juga tidak bisa serta merta menuding kemarahan sebagai penyebab hipertensi. Sebab marah bukanlah satu-satunya faktor penyebab hipertensi. Masih ada faktor risiko lain seperti genetik, obesitas, dan kurangnya olahraga.

Karena itu, Anda perlu berhati-hati jika stres dan marah terjadi dalam waktu yang lama. Stres dapat meningkatkan keinginan Anda untuk melakukan segala hal di luar batas normal –termasuk marah-marah.

Jadi, tidak benar bahwa penderita tekanan darah tinggi mudah marah. Sibukkan diri Anda dengan berbagai aktivitas positif. Dengan begitu tingkat stres dan marah Anda dapat terkontrol.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar