Sukses

Mana yang Lebih Baik: Kloset Duduk atau Kloset Jongkok?

Antara kloset duduk atau kloset jongkok, sebenarnya mana yang lebih baik dan aman bagi kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Kini, banyak orang memasang kloset duduk di toilet rumah. Begitu juga halnya dengan tempat-tempat umum juga sudah banyak yang memasang kloset duduk.

Selain dapat memberikan kenyamanan saat buang air besar atau kecil, kloset duduk juga memiliki desain yang menarik, sehingga kloset jongkok mulai ditinggalkan. Namun di antara keduanya, mana yang lebih baik dan aman bagi kesehatan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang seluk-beluk kloset duduk. Di Indonesia, kloset duduk mulai banyak digunakan sekitar tahun 1990. Kloset duduk dibuat untuk memberikan kenyamanan kepada pemakai saat buang air kecil atau buang air besar.

Namun, posisi duduk sebenarnya dapat menghambat kelancaran buang air besar. Pasalnya, saat tubuh dalam posisi duduk, ada bagian usus besar yang terlipat. Hal ini menyebabkan seseorang membutuhkan usaha yang lebih keras dan waktu yang lebih lama untuk mengeluarkan feses.

Sebaliknya, saat tubuh dalam posisi jongkok, usus besar akan berada dalam posisi yang lurus dengan anus. Sehingga buang air besar akan lebih mudah dilakukan dalam posisi jongkok.

Hanya saja, kloset jongkok memang memiliki kekurangan. Kloset jenis ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada otot dan sendi, terutama bila jongkok dalam waktu yang lama.

Tapi, untuk orang yang sehat dan tak ada keluhan, kloset jongkok dan kloset duduk sama baiknya bagi kesehatan. Untuk para lansia, orang yang kegemukan, dan orang yang mengalami gangguan sendi lutut, kloset duduk lebih dianjurkan karena alasan kenyamanan.

Sedangkan untuk orang yang memiliki konstipasi kronis atau wasir, sebaiknya menggunakan kloset jongkok daripada kloset duduk. Tujuannya tentu saja untuk mendukung kelancaran buang air besar.

Jadi, harus pilih yang mana? Semua bergantung pada kondisi masing-masing orang.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar