Sukses

Virus HIV Dimasukkan ke Pembalut, Hoax atau Fakta?

Di media sosial sempat tersebar kabar bahwa virus HIV dimasukkan ke pembalut. Informasi ini tidak benar.

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa waktu yang lalu ada informasi yang beredar di tengah masyarakat mengenai virus HIV. Kabarnya, virus HIV dimasukkan ke pembalut. Informasi ini tentu sangat meresahkan banyak orang.

Anda perlu tahu bahwa virus HIV dapat menular dari tubuh penderita melalui beberapa cairan, yaitu cairan darah, semen, rektal, vagina, dan air susu ibu. Cairan tersebut dapat menginfeksi tubuh orang lain melalui beberapa cara penularan.

Beberapa cara penularan HIV adalah:

  • Kontak langsung dengan selaput lendir (lapisan anus, vagina, penis, dan mulut) saat berhubungan seksual
  • Kontak dengan jaringan kulit yang terluka
  • Kontak dengan jarum suntik bekas penderita HIV, seperti saat melakukan pemasangan tattoo kulit, tindik, atau berbagi jarum suntik pengguna narkotika
  • Transfusi darah
  • Transfusi organ
  • Proses melahirkan alami melalui vagina

Cara-cara tersebut merupakan dasar untuk menangkal informasi mengenai virus HIV yang dimasukkan ke pembalut. Lagipula, virus HIV tidak dapat bertahan hidup dalam waktu lama lama di luar tubuh penderita.

Faktor yang menentukan virus dapat bertahan di luar tubuh adalah cairan tubuh perantara virus tersebut, jumlah cairan tubuh penderita HIV, suhu ruangan, kadar keasaman media perantara, paparan sinar matahari, dan kelembapan ruangan tersebut.

Jika memang ada virus HIV yang dimasukkan ke dalam pembalut, maka virus tersebut tidak akan bertahan lama karena pembalut kontak langsung dengan vagina. Sebab, virus HIV sangat sensitif terhadap perubahan pH.

Kadar pH vagina adalah kurang dari 4,7. Sedangkan tingkat pH di bawah 7 tidak sesuai dengan kelangsungan hidup virus HIV dalam jangka waktu yang lama, sehingga virus HIV tidak akan bertahan dalam kondisi lingkungan yang sangat asam.

Sekarang, Anda tidak perlu khawatir terhadap informasi mengenai penyebaran virus HIV melalui pembalut tersebut. Hal terpenting adalah menghindari cara penularan virus HIV dan tetap menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar