Sukses

Waspada, Inilah Gejala Batuk Bayi yang Berbahaya

Batuk pada bayi tak melulu terjadi akibat kondisi sepele. Waspada dan segera berobat ke dokter jika gejala batuk bayi disertai dengan keluhan-keluhan berikut ini!

Batuk merupakan keluhan yang sering ditemukan pada bayi. Penyebab batuk pada bayi sangat beragam, tetapi sebagian besar diakibatkan oleh infeksi virus ringan dan dapat sembuh sendiri.

Kendati demikian, ada pula beberapa gejala batuk bayi yang harus diwaspadai dan perlu segera diobati. Jika terlambat, keadaan tersebut berpotensi menyebabkan kondisi yang fatal pada si kecil.

Berikut ini adalah beberapa gejala batuk bayi yang mesti diwaspadai dan segera diobati:

1 dari 4 halaman

1. Batuk dengan Suara Serak (Barking Cough)

Batuk dengan suara serak seperti menggonggong merupakan gejala penyakit croup. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan, termasuk pita suara. 

Jika tidak ditangani dapat menyebabkan sumbatan jalan napas, karena peradangan yang menutup pita suara. 

Untuk itu, gejala batuk bayi dengan suara serak seperti menggonggong harus segera ditangani oleh dokter.

2. Batuk Rejan

Batuk rejan disebabkan oleh infeksi kuman pertusis. Batuk jenis ini memiliki spektrum yang luas, dari mulai gejala ringan hingga berat yang berpotensi fatal. 

Pada gejala berat, bayi dapat batuk hebat hingga muntah dan sulit bernapas. Ini membuat tubuhnya berwarna kebiruan karena kekurangan oksigen.

Suara khas batuk rejan adalah whooping chough, yaitu batuk yang dijeda oleh suara menarik napas berat. Jika ini terjadi, sebaiknya Anda segera membawa si kecil ke dokter. 

3. Batuk Disertai Sesak Napas

Batuk yang disertai sesak napas dapat merupakan gejala pneumonia, serangan asma, atau brokiolitis pada bayi. 

Pada pneumonia, batuk disertai dengan gejala demam dan sesak napas. Ini harus segera ditangani oleh tim medis, karena pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak yang paling sering.

Pada serangan asma, batuk biasanya disertai sesak dan napas berbunyi ngik-ngik (mengi). 

Serangan asma juga harus segera ditangani dokter karena berpotensi fatal jika dibiarkan.

Artikel Lainnya: Cara Tepat Atasi Batuk pada Anak

2 dari 4 halaman

4. Batuk Disertai Badan Lemas pada Bayi

Gejala batuk bayi yang disertai dengan badan lemas bisa menjadi gejala dehidrasi. Kondisi ini terjadi karena batuk membuat anak kesulitan makan dan minum, sehingga kebutuhan gizi dan cairan tubuh tidak terpenuhi.

Dehidrasi pada bayi harus segera diatasi dengan cara yang tepat. Jika diabaikan dan dibiarkan berkelanjutan tanpa pengobatan, dehidrasi pada bayi dapat menyebabkan syok dan mengancam nyawa.

5. Batuk Lebih dari 2 Minggu 

Batuk lebih dari 2 minggu dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti tuberkulosis, sinusitis, adanya benda asing pada saluran napas, dan penyebab lainnya. 

Itulah batuk lebih dari 2 minggu pada anak harus segera dibawa ke dokter untuk evaluasi penyebabnya serta penanganan yang sesuai.

6. Batuk dengan Gejala Alergi

Batuk berulang yang biasanya didahului pemicu, misalnya debu, bulu hewan, atau makanan tertentu. Ini merupakan gejala batuk yang disebabkan oleh alergi

Batuk yang dicurigai akibat alergi perlu dibawa ke dokter untuk penanganan jangka panjang agar tidak mudah berulang. 

Artikel Lainnya: Si Kecil Sering Batuk dan Pilek? Awas 5 Penyakit Ini!

3 dari 4 halaman

7. Batuk Lama dengan Gejala Saluran Pencernaan Berulang

Tidak hanya orang dewasa, bayi juga dapat mengalami gastro-esofageal reflux disease (GERD). 

Gejala yang menyertai, biasanya muntah berulang, muntah bercak darah, berat badan sulit naik, dan anak sulit makan. 

Pada kondisi GERD berat, cairan lambung dapat naik ke bagian pangkal mulut dan masuk ke saluran napas sehingga menyebabkan batuk lama. 

Gejala batik bayi yang disertai GERD perlu dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Itulah ciri-ciri batuk pada bayi yang harus diwaspadai. Segera konsultasikan lebih lanjut pada dokter agar dampak buruknya bisa dihindari. 

Manfaatkan layanan LiveChat 24 jam untuk berbincang langsung dengan dokter. Jangan lupa mengunduh aplikasi Klikdokter untuk cari tahu berita kesehatan lainnya.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar