Sukses

Kenali Mitos dan Fakta Seputar Minuman Bersoda

Benarkah minuman bersoda dengan label diet aman dikonsumsi?

Klikdokter.com, Jakarta Benarkah mitos yang beredar di masyarakat tentang minuman bersoda berlabel diet dapat berakibat buruk bagi lambung serta menyebabkan kanker. Berikut mitos seputar minuman bersoda beserta penjelasannya:

  • 1 Kaleng Soda Sehari sama dengan Camilan Sehat

    Sebuah brand minuman soda pernah mengklaim bahwa minuman soda dapat menggantikan peran kudapan sehat dalam pola makan harian. Mitos bahwa konsumsi minuman bersoda 1 kemasan per hari tidak akan merusak kesehatan juga sempat beredar di masyarakat.

    Faktanya 1 kemasan minuman bersoda mengandung sekitar 10 sendok teh gula tambahan. Jumlah ini sudah sangat mendekati standar WHO untuk asupan gula tambahan harian. Padahal, dalam sehari biasanya banyak gula tambahan yang harus diperhitungkan dari makanan lain yang dimakan, sehingga tambahan 1 kemasan minuman soda sehari saja sudah dapat dikatakan berlebihan.

    Konsumsi minuman bersoda juga tidak dapat dikatakan sehat. Selain gula, tidak ada kandungan nutrisi lain dalam soda yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein dan mikronutrien.

  • Minuman Soda Berlabel Diet = Aman

    Ini adalah mitos yang tak hentinya ramai dibicarakan. Minuman soda dengan label diet mengklaim tidak mengandung kalori dan gula sebanyak minuman bersoda biasa.

    Bahkan, beberapa brand mengklaim tidak mengandung kalori sama sekali. Yang tidak banyak diketahui masyarakat, meskipun diet sudah mengandung gula dan kalori yang lebih minimal dibanding soda biasa namun diet soda bersifat lebih asam.

    Tingkat keasaman diet soda dapat berbahaya bagi sistem pencernaan dan dapat menyebabkan gangguan asam lambung seperti GERD, maag, dan gangguan pencernaan lainnya.

  • Minum Soda = Menimbun Risiko Kanker

    Mitos ini berkaitan dengan kandungan aspartam sebagai pemanis utama dalam minuman bersoda. Sebuah penelitian yang meneliti aspartam menemukan bahwa pada tikus, pemberian aspartam berkaitan erat dengan terbentuknya kanker otak, leukimia, dan limfoma.

    Penelitian ini banyak dikritik karena belum bisa digeneralisasikan ke populasi manusia. Hal ini dikarenakan jumlah aspartam yang diberikan ke subyek tikus tidak mungkin dikonsumsi manusia dengan rasio yang sama.

Namun, kritik dan hasil penelitian ini tidak berarti sama sekali tidak ada resiko karena belum ada penelitian yang menyatakan sebaliknya bahwa aspartam tidak berhubungan dengan kanker pada manusia dalam jumlah yang wajar.


Mengonsumsi minuman bersoda berlabel diet boleh saja. Asalkan, selalu diperhatikan takaran dan frekuensinya. Jika ingin sehat, kurangilah konsumsi minuman bersoda, karena manfaatnya tidak lebih banyak dari kerugian yang dapat diakibatkan.

(DA/MFW)

0 Komentar

Belum ada komentar