Sukses

Si Kakak Cemburu pada Adik? Ini Cara Menghadapinya

Tak jarang, kehadiran adik baru membuat seorang anak cemburu. Anda sedang menghadapinya? Begini cara mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Kelahiran anggota baru di dalam keluarga tidak selalu disambut dengan bahagia oleh anak sulung. Seluruh perhatian yang tadinya dicurahkan orangtua pada si kakak, kini harus dibagi dengan adik barunya. Ia pun dapat merasa tersingkirkan dan cemburu.

Rasa cemburu di antara saudara kandung disebut sibling rivalry. Kondisi ini lebih sering terjadi bila usia kakak dengan adiknya terpaut dua tahun atau kurang dari itu. Hal ini sangat wajar karena anak- anak, khususnya di usia balita, masih belum mampu berbagi dengan baik.

Agar sibling rivalry tidak berlanjut hingga dewasa, orangtua harus bisa bijak menyikapinya. Berikut ini lima kiat agar anak tidak cemburu lagi pada saudara kandungnya:

  1. Hindari membandingkan kedua anak Anda

    “Tuh, lihat adik kamu anteng. Kamu dari tadi lari- lari ke sana kemari”. Kalimat-kalimat seperti ini harus dihindari oleh orangtua. Mungkin Anda tidak bermaksud buruk, tetapi membandingkan perilaku dan sifat bisa menyebabkan anak merasa Anda pilih kasih.

  2. Jangan paksa anak berbagi mainan

    Sebagai orangtua, tentu Anda menghendaki anak untuk bisa berbagi dengan orang lain. Namun bila anak Anda masih balita, ia belum memiliki kemampuan itu.

    Menyuruh anak- anak untuk berbagi mainan bisa membuatnya merasa bahwa kehadiran saudara kandungnya mengganggu kesenangannya bermain. Hal ini akan membuat anak berpikir bahwa saudara kandungnya adalah saingannya.

  3. Bila anak bertengkar, jangan membela salah satu

    Sekalipun Anda dapat mengidentifikasi siapa yang melakukan kesalahan dan siapa yang menjadi korban, usahakan untuk tidak membela salah satunya.

    Nasihatilah kedua belah pihak agar mereka dapat mengerti bahwa bertengkar bukan hal yang baik dilakukan, terlepas dari siapa pun yang memulai.

  4. Pujilah anak-anak bila dapat bermain bersama

    Bila anak- anak bisa bermain bersama, atau bisa menyelesaikan konflik di antara mereka dengan damai, berikan pujian.

    Misalnya, bila si sulung dan si bungsu mau bermain mobil- mobilan bersama, katakanlah “Wah, Ibu senang sekali kalau kakak dan adik bisa main bersama terus seperti ini”.

  5. Bila orang lain memuji salah satu anak, lontarkan pujian bagi anak yang lain

    Bila salah satu anak Anda masih bayi, terkadang tingkah laku bayi lebih mengundang daya tarik orang lain dibandingkan kakaknya yang sudah lebih besar. Hal ini bisa menyebabkan si sulung menjadi iri pada adiknya.

    Misalnya ada orang lain memuji si bungsu “Wah, hebat sudah lancar bicaranya”, maka Anda dapat membalasnya dengan turut memuji si sulung, “Iya, kakaknya sudah lebih dulu lancar bicara, jadi bisa mengajari adiknya”.

Agar anak tidak cemburu dengan saudara kandungnya, bersikaplah bijak dan adil dengan anak-anak Anda. Semoga kiat- kiat di atas bermanfaat!

[RS/ RH]

 

0 Komentar

Belum ada komentar