Sukses

Tahapan Perkembangan Bahasa Sejak Bayi Hingga Usia 1 Tahun

Tahukah Anda, bayi ternyata sudah mengenal bahasa sejak di dalam kandungan? Ini perkembangan bahasa bayi yang perlu Anda tahu.

Banyak orang tua baru yang kebingungan untuk berkomunikasi dengan sang buah hati. Ternyata, hasil penelitian dari Pacific Lutheran University menemukan bahwa bayi sudah mulai mendengar suara orang tuanya sejak dalam kandungan. Hanya saja, banyak dari orang tua yang belum mengerti perkembangan bahasa bayi.

Saat lahir, bayi juga mengenal suara orang tuanya terutama sang ibu. Mereka sudah mulai mendengarkan dan memperhatikan dengan baik kata-kata maupun kalimat serta mencari tahu makna dari ucapan Anda.

Selain itu, bayi mampu menangkap sesuatu yang lebih rumit seperti kebahagiaan, kesedihan, cinta, perhatian, kecemasan, dan kemarahan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengetahui tahapan tumbuh kembang bayi sejak baru dilahirkan hingga menginjak 12 bulan, sekaligus memahami tahapan perkembangan bahasa bayi.

1 dari 4 halaman

Saat Lahir Hingga Usia 4 Bulan

Setiap saat, bayi Anda menggunakan pancaindranya untuk menerima informasi baru tentang dunia di sekelilingnya. Bayi selalu mengamati emosi Anda. Mereka akan menanggapi nada suara Anda, senyum Anda, dan kenyamanan sentuhan ketika Anda memberinya makan.

Seiring perkembangan motoriknya, bayi sudah dapat menanggapi bahasa Anda dengan cara berbeda. Bayi dapat tersenyum saat Anda mengajak mereka berbicara. Mereka juga akan diam karena merasa tenang saat Anda datang ketika mereka menangis.

Menangis masih menjadi cara si Kecil berinteraksi, namun seiring pertambahan usia (tepatnya di 2-3 bulan), si Kecil bisa menirukan gerakan bibir dan membuat suara-suara.

Artikel Lainnya: Pedoman Tahap Perkembangan Bayi Setiap Bulan

2 dari 4 halaman

Usia 4-6 Bulan

Di usia ini, bayi Anda sudah menyadari namanya. Mereka juga memahami bahwa Anda berbicara kepada mereka. Bahkan mereka akan menoleh saat Anda memanggil nama mereka. 

Kini mereka juga lebih mendengarkan nada suara Anda. Mereka akan tersenyum ketika Anda terdengar bahagia dan mungkin menangis ketika Anda terdengar sedih atau tertekan.

Pada usia ini, si Kecil juga sudah bisa mengeluarkan suara seperti ‘uh-uh’, ‘ma’, ‘na’, atau ‘pa’. Oleh sebab itu, orang tua harus rajin mengajak si Kecil berbicara agar lebih mudah paham dan terbiasa untuk fokus pada suatu kata. 

Latihlah si Kecil secara perlahan dengan mengucapkan kata-kata sehari-hari, seperti namanya atau kata lain seperti ‘mama’ dan ‘papa’.

Artikel Lainnya: Membangun Bonding dengan Bicara pada Bayi sejak dalam Kandungan

3 dari 4 halaman

Usia 7-12 Bulan

Di rentang usia ini, si Kecil sudah bisa menirukan suara, menunjukkan objek tertentu, mengoceh dengan sendirinya, mengikuti irama lagu, dan mengerti intonasi suara dari orang-orang sekitar.

Si Kecil juga sudah bisa melakukan perintah sederhana seperti ‘kemari!’, ‘cium Mama’, dan lainnya. Selain itu, si Kecil juga sudah bisa merespons sapaan ‘hai’ atau ‘dadah’. Ajak si Kecil untuk terus berinteraksi agar ia semakin memahami kata-kata dan bisa berekspresi.

Artikel Lainnya: Berkenalan dengan Brexting, si Pengganggu Ikatan Ibu dan Bayi

Sejak lahir, bayi sudah menyadari suara orang terdekatnya, khususnya sang ibu. Namun, seiring dengan pertumbuhannya, kemampuan berbahasa bayi juga semakin berkembang. Jadi, Anda tak perlu bingung lagi bagaimana harus berkomunikasi dengan bayi Anda. 

Lakukan hal-hal yang menyenangkan seperti membaca, bernyanyi, maupun berhitung bersama. Untuk mengoptimalkan kemampuan berbicara anak, Anda dapat mengajak si Kecil untuk berkomunikasi dengan komunikasi yang efektif.

Komunikasi efektif yang dimaksud adalah dengan tidak menggunakan bahasa bayi, misal mengucapkan 'cucu' untuk mengatakan susu. Jika si Kecil mengucapkannya dengan bahasa bayi, Anda dapat mengoreksinya secara langsung agar anak terbiasa mendengarkan bahasa yang benar.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan berbicara anak, seperti faktor pendengaran, saraf, dan organ bicara yang sehat. Hal yang perlu diwaspadai adalah apabila si Kecil mengalami keterlambatan dalam berbicara, yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangannya. 

Misalnya jika memasuki usia 2 tahun dan anak tidak dapat mengucapkan kata sederhana atau tidak merespons saat dipanggil. Karena itu, jangan lupa rutin kontrol ke dokter untuk memantau tumbuh kembang bayi Anda, ya!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar