Sukses

Tetap Fit Saat Lebaran dan Mudik dengan Konsumsi Saripati Ayam

"Lebaran sebentar lagi... Lebaran sebentar lagi..." Tak terasa hampir sebulan sudah kita berpuasa. Hari kemenangan sudah dekat di depan mata. Hari yang dinanti-nantikan ini identik dengan halal-bihalal antar saudara dan kerabat serta tak lupa ritual mudik.

Klikdokter.com - “Lebaran sebentar lagi... Lebaran sebentar lagi...” Tak terasa hampir sebulan sudah kita berpuasa. Hari kemenangan sudah dekat di depan mata. Hari yang dinanti-nantikan ini identik dengan halal-bihalal antar saudara dan kerabat serta tak lupa ritual mudik.

Saat lebaran dan mudik berbagai masalah kesehatan dapat muncul seperti kambuhnya penyakit kronis (diabetes, hipertensi, kolesterol, asam urat), gangguan pencernaan (diare, maag, thypoid) serta keluhan-keluhan akibat kelelahan seperti pegal-pegal, radang tenggorok, flu, dan lain sebagainya. Bila kita tidak pintar menjaga kesehatan maka ditakutkan kita bisa jatuh dalam kondisi sakit.

Saripati ayam disinyalir memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Saripati ayam sudah lama digunakan dan  dipercaya karena kandungannya yang tinggi protein, rendah gula dan lemak. Saripati ayam dapat menjadi salah satu solusi menjaga kesehatan tubuh saat lebaran terutama saat mudik.

Beberapa manfaat kesehatan dengan mengkonsumsi saripati ayam:

  1. Mengurangi stress dan kelelahan
    Kelelahan dan stres merupakan salah satu keluhan utama yang dirasakan saat lebaran dan mudik, baik sebagai penumpang dan sebagai pengendara kendaraan beroda saat mudik ataupun kelelahan akibat padatnya jadwal silahturahmi. Kaldu ayam dapat mengurangi stress dan kelelahan dengan menurunkan kadar hormon stress (kortisol) dalam darah. Hal ini berhubungan dengan adanya kandungan carnosine dan anserine dalam kaldu ayam yang secara langsung dan tidak langsung membantu mempercepat metabolisme kortisol.
  2. Menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah
    Siapa sih yang tidak tergoda dengan hidangan istimewa sat lebaran? Hidangan manis seperti kue lebaran, es buah, minuman-minuman manis serta makanan kaya garam, santan dan lemak jika berlebihan dpat menjadi bumerang bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Saripati ayam dapat menurunkan kadar gula darah.
  3. Meningkatkan kekebalan tubuh
    Akibat kelelahan, stres dan kurangnya istirahat saat lebaran dapat menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh kita sehingga mudah sekali terserang penyakit. Penyakit yang paling sering dikeluhkan adalah penyakit yang berhubungan dengan saluran napas atas seperti flu, radang tenggorok dan batuk. Sebuah penelitian oleh Man and others (2005) menunjukan bahwa saripati ayam dapat meningkatkan kadar serum imunoglobulin (antibodi) pada hewan normal dan stres.

Ayam, Sumber Nutrisi Kaya Peptida

Dari sebuah penelitian yang di terbitkan di Journal of Physiological Anthropology, Jumat (28/2/2014), para peneliti menunjukkan bahwa daging ayam mengandung beberapa peptida penting yang berguna untuk menjaga fungsi otak. Seperti disebutkan dalam jurnal tersebut, di antaranya adalah CAR dan ANS.

Menurut para peneliti, asam amino yang terkandung dalam peptida tersebut dibutuhkan untuk mensitesis cerebral neurotransmitter. Makin banyak neurotransmitter terbentuk, kebugaran otak akan semakin terjaga sehingga tidak mudah kehilangan konsentrasi

Selain manfaat-manfaat di atas, saripati ayam juga baik untuk mengatasi kecemasan, memperbaiki metabolisme tubuh, meningkatkan produksi ASI saat menyusui pasca melahirkan.

Nah, melihat banyaknya manfaat saripati ayam bagi kesehatan, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengkonsumsi saripati ayam saat lebaran dan mudik. Tubuh sehat! Hati senang! Selamat mudik dan berlebaran!

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami.[](AAS)

 

Ditulis oleh:

dr: Anita Amalia S

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com

 

Sumber:

N Hajime, Harada M, dkk. Effects of Chicken Extract on The Recovery from Fatigue Cause by Mental Workload. Institute for Fundamental Research., Institute for Biomedical Research, Suntory Ltd., Faculty of Biology, University Kristen Satya Wacana., Dept. of Psychology, Kwansei Gakuin University. September 2001.


0 Komentar

Belum ada komentar