Sukses

Kenali Tipe dan Jenis Emosi Saat Hamil

Ketika hamil, sering kali emosi naik turun. Kira-kira, tipe dan jenis emosi yang manakah yang paling cocok dengan Anda?

Perubahan emosi merupakan salah satu efek samping yang umum dirasakan ketika hamil. Hormon, stres, perubahan penampilan, dan kelelahan akibat sulit tidur saat hamil sering diklaim sebagai penyebab emosi yang naik turun ini.

Namun tetap saja, ketika serangan emosi itu terjadi, Anda bisa frustrasi karena tidak bisa menjelaskan apa yang dirasakan dan mengapa. Berikut ini berbagai tipe dan jenis emosi yang dapat dialami saat hamil:

  • Terkejut

Kehamilan mungkin merupakan suatu kejutan bagi Anda yang sudah menantikannya sejak lama. Atau ketika Anda diberitahu mengandung anak kembar.

Tiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap suatu kejutan. Ada yang dengan spontan menerima dan mudah beradaptasi dengan kondisi yang baru; ada juga yang lebih memilih bila semuanya terencana dengan baik dari awal.

  • Bahagia

Ketika kehamilan yang sudah direncanakan dan dinantikan benar-benar terjadi, rasa bahagia akan mendominasi suasana hati Anda. Pada kehamilan yang sehat, Anda akan terus merasa bahagia, sekalipun tidak nyaman secara fisik.

  • Marah

Rasa marah dapat timbul sebagai bagian dari perubahan hormon saat hamil. Perasaan ini biasanya membuat seseorang menjadi sensitif dan merasa tidak aman.

Kemarahan biasanya ditujukan kepada pasangan, keluarga dekat, sahabat, kolega, dokter atau bidan, bahkan kepada diri sendiri. Ada kalanya Anda merasa benci dengan beban dan ketidaknyamanan yang dialami.

  • Takut

Rasa takut sering kali ditujukan kepada bayi yang dikandung. Ketika mengalami flek-flek, kontraksi, atau perdarahan saat hamil, Anda pun menjadi takut bila sesuatu akan terjadi pada janin. Ketakutan akan kematian bayi sebelum dilahirkan pun bisa muncul, walau ini jarang terjadi.

  • Cinta

Rasa cinta, kasih sayang, dan ikatan batin terhadap bayi yang dikandung sangat berhubungan dengan hormon oksitosin, yang sering juga disebut dengan ‘hormon cinta’. Hormon ini umumnya akan meningkat cepat segera setelah melahirkan.

  • Sedih

Kesedihan dapat dipicu oleh kekecewaan terhadap rencana-rencana kehamilan maupun kelahiran yang tidak dapat diwujudkan. Misalnya Anda ingin melahirkan dengan normal, tetapi karena satu dan lain hal, bayi harus dikeluarkan melalui operasi cesar.

Untuk mengelola perasaan ini, lebih baik bersifat fleksibel terhadap harapan-harapan Anda dan selalu memiliki rencana alternatif. Rasa sedih yang berkepanjangan dapat merupakan tanda dari depresi dan perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Saat hamil, Anda akan cenderung lebih sensitif terhadap berbagai situasi yang muncul. Tak jarang ini akan mengganggu cara Anda berpikir dan bertindak. Jangan khawatir, sebab ini merupakan hal yang normal.

Hal yang terpenting, jika merasa tidak nyaman dengan emosi yang dialami, bicarakan dengan pasangan, sahabat, atau kerabat yang paling dekat dengan Anda. Percayalah, Anda tidak akan melalui semua ini sendirian.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar