Sukses

Anak Usia Belasan Masih Ngompol, Apa Penyebabnya?

Bayi memang sudah sewajarnya belum bisa menahan buang air kecil / mengompol. Namun, bagaimana jika anak SMP masih mengompol?

Apakah anak Anda masih tidak bisa menahan buang air kecil pada malam hari, walaupun sudah menginjak belasan tahun? Mengompol –Istilah medisnya disebut enuresis– masih dianggap normal jika terjadi pada anak di bawah 5 tahun.

Pada usia 5 tahun, terdapat 7% laki-laki dan 3% perempuan yang masih mengompol. Pada usia 10 tahun, angka ini menurun hingga 3% pada laki-laki dan 2% pada perempuan.

Tidak bisa menahan buang air kecil / Mengompol akan hilang sendirinya saat anak berusia belasan tahun. Hanya sekitar 1% laki-laki dan sedikit perempuan yang masih mengompol hingga usia 18 tahun.

Mengompol dapat dikelompokkan menjadi enuresis primer dan sekunder. Enuresis primer adalah mengompol yang terjadi sejak bayi. Sedangkan enuresis sekunder adalah mengompol yang kembali terjadi setelah anak berhenti mengompol.

Berikut ini beberapa penyebab anak belasan tahun masih mengompol:

  • Keturunan

Studi membuktikan bahwa faktor keturunan dapat menjadi penyebab seseorang mengompol (pada enuresis primer). Jika kedua orangtua memiliki riwayat mengompol, maka 77% anaknya akan mengompol.

Persentase tersebut akan turun menjadi 44% apabila hanya terjadi pada salah satu orangtua. Namun, mengompol masih dapat terjadi pada 15% anak tanpa riwayat mengompol pada kedua orangtuanya.

  • Gangguan hormonal

Suatu hormon yang disebut hormon antidiuretik (ADH) dapat menyebabkan produksi urine menjadi lebih sedikit pada malam hari. Namun, pada beberapa kasus tubuh anak tidak membuat cukup ADH. Artinya, tubuh mereka dapat menghasilkan terlalu banyak urine saat sedang tidur.

  • Masalah Kandung Kemih

Pada beberapa anak dengan enuresis, terlalu banyak kejang otot dapat mencegah kandung kemih untuk mempertahankan jumlah normal urine. Beberapa remaja dan orang dewasa juga memiliki kandung kemih yang relatif kecil, sehingga tidak bisa menahan jumlah urine yang besar.

  • Masalah tidur

Beberapa anak mungkin tidur begitu nyenyak dan dalam, sehingga mereka tidak bangun ketika kandung kemih sudah penuh dan harus buang air kecil.

  • Kafein

Zat kafein yang ada pada teh, kopi, kola dan cokelat memiliki efek diuretik yang membuat produksi urine meningkat. Anak-anak yang mengonsumsi kafein juga dapat menyebabkan tidak bisa menahan buang air kecil / mengompol.

Karena itu, jika anak Anda masih mengompol, segera cari tahu penyebabnya agar bisa diobati dengan tepat.

Untuk solusi dini terhadap tidak bisa menahan buang air kecil / mengompol, popok dewasa mampu menjawab permasalahan tersebut. Popok Dewasa Confidence adalah produk popok dewasa berkualitas tinggi yang hadir untuk mengatasi masalah inkontinensia. Dan telah teruji secara klinis oleh Australian Dermatologist sebagai popok dewasa yang aman bagi kulit sensitif sehingga aman digunakan oleh jenis kulit apapun.

Popok Dewasa Confidence memiliki dua tipe varian yang memiliki keunggulan sesuai dengan kebutuhan penderita inkontinensia; Popok Dewasa Confidence Tipe Perekat dan Popok Dewasa Confidence Tipe Celana. Popok Dewasa Confidence tipe perekat kini hadir dengan 3 inovasi terbaru, yang menjadikannya popok dewasa pertama di Indonesia yang memberikan kenyamanan ekstra lebih untuk para pemakainya. 3 Inovasi tersebut adalah: 1) Soft Breathable Cotton Care, bahan selembut kain yang bersirkulasi udara.  2) Extract Aloe Vera, mengandung aloe vera yang membuat lembut sehingga terhindar dari iritasi. 3) Durable Absorbent Core, memiliki daya serap ekstra cepat, menjadikan permukaannya tetap kering.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar