Sukses

Suka Makan Jengkol? Ini, Lho, Manfaatnya!

Meskipun berbau tidak sedap, siapa sangka ternyata jengkol memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Yuk, cari tahu di sini!

Begitu mendengar kata jengkol, Anda tentu langsung teringat akan baunya yang khas, bukan? Meskipun demikian, ternyata tak sedikit yang menjadikan buah berkulit cokelat ini sebagai santapan favorit, lho. Anda salah satunya?

Jengkol, atau dalam bahasa latin Archidendron pauciflorum, banyak ditemukan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Tumbuhan ini sering dikonsumsi sebagai lalapan ataupun semur.

Bau jengkol dapat bertahan lama tidak hanya di mulut. Ketika buang air kecil sekalipun, jengkol menimbulkan bau yang cukup khas. Hal inilah yang pada akhirnya mengurungkan niat seseorang untuk mencicipi makanan ini.

Meski memiliki bau yang menyengat, manfaat jengkol untuk kesehatan tidak main-main. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1 dari 5 halaman

1. Menangkal Radikal Bebas

Manfaat jengkol dalam menangkal radikal bebas diperoleh dari kandungan jengkol yang meliputi vitamin A dan C. Keduanya bertindak sebagai antioksidan yang dapat mengatasi radikal bebas, pencetus daya tahan tubuh menurun.

Jadi, mulai saat ini Anda tidak perlu merasa bersalah apabila mengonsumsi sedikit jengkol saat merasa kurang fit, ya!

Artikel Lainnya: Jengkol, si Bau yang Kaya Vitamin!

2. Mencegah Terjadinya Anemia

Kandungan zat besi yang cukup banyak pada jengkol berguna dalam memperbanyak produksi sel darah merah. Kandungan tersebut membuat manfaat jengkol dapat mengusir kemungkinan terjadinya anemia.

Penyakit anemia sering ditandai dengan tubuh yang merasa letih, lemah, lesu, dan lunglai. Kondisi ini bisa disiasati dengan konsumsi jengkol.

2 dari 5 halaman

3. Membantu Jantung Tetap Bekerja Optimal

Manfaat jengkol untuk kesehatan tidak terlepas dari kandungan vitamin A dan C yang berperan sebagai antioksidan. Karena kandungan antioksidan tersebut, jengkol dapat mencegah berbagai racun yang perlu dibuang oleh tubuh.

Pada akhirnya, kerja jantung tidak akan berlebih dan tetap bertugas sesuai kemampuannya sehingga kesehatan Anda akan tetap terjaga. Peredaran darah ke seluruh tubuh juga akan lancar dan tidak terganggu.

Artikel Lainnya: Khasiat Jengkol untuk Mengatasi Penyakit Jantung

4. Menguatkan Tulang

Tak hanya zat besi dan protein, jengkol juga mengandung kalsium dan fosfor yang berguna dalam menjaga kesehatan tulang. Oleh sebab itu, salah satu manfaat jengkol baik untuk kesehatan tulang Anda.

Kalsium dan fosfor penting untuk mencegah terjadinya osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kondisi tersebut bisa terjadi pada siapa saja yang kekurangan mineral tersebut.

3 dari 5 halaman

5. Mengontrol Kadar Gula Darah

Manfaat jengkol lainnya adalah mengontrol kadar gula dalam darah, terutama bila Anda memiliki faktor risiko diabetes dalam keluarga. Khasiat ini diperoleh dari kandungan asam jengkolat dalam jengkol.

Apabila Anda sudah mengidap diabetes, tetaplah mengonsumsi obat maupun menggunakan obat suntik yang diresepkan oleh dokter.

Artikel Lainnya: Fakta di Balik Cek Kesehatan Ginjal Lewat Jengkol

6. Menjaga Keseimbangan Metabolisme Tubuh

Asam folat dan vitamin B6 dibutuhkan agar tubuh dapat menjalankan berbagai fungsinya dengan baik. Kandungan asam folat ini sangat diperlukan wanita hamil karena baik untuk perkembangan janin.

Salah satu tumbuhan yang mengandung asam folat adalah jengkol. Namun demikian, manfaat jengkol ini tidak boleh langsung membuat Anda kalap. Ingatlah untuk tidak mengonsumsi jengkol secara berlebihan.

4 dari 5 halaman

7. Membantu Pembentukan Jaringan Baru dalam Tubuh

Protein dapat membantu tubuh membentuk jaringan baru sehingga dapat menggantikan jaringan yang telah rusak. Nah, manfaat jengkol juga dapat berperan dalam hal ini karena jengkol memiliki kandungan protein yang tinggi.

Perlu Anda ketahui, ketika dibandingkan dengan buncis, ternyata jengkol mengandung lebih banyak protein, lho.

Meski manfaat jengkol cukup banyak, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsinya berlebihan. Jengkol dapat berefek racun terhadap organ hati, ginjal, jantung, maupun pankreas.

Konsumsi jengkol dalam kadar sedikit juga dapat menimbulkan napas berbau, hingga BAK dan BAB yang berbau pula. Jadi, batasi konsumsi jengkol harian Anda hingga 75 mg per hari untuk wanita dan 90 mg per hari untuk pria. Untuk membaca artikel-artikel kesehatan lainnya, Anda dapat mengunduh aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar