Sukses

Penyebab Kulit Penis Mengelupas, Apa Saja?

Kondisi kulit penis yang mengelupas kerap terjadi akibat gesekan, lecet, atau alergi. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengelupasan kulit pada penis sering kali terjadi akibat gesekan, lecet, atau reaksi alergi. Namun, tak menutup kemungkinan disebabkan oleh infeksi. Kondisi ini dapat disertai oleh gejala lainnya, seperti gatal, sensasi terbakar, atau kemerahan.

Sebagian besar kasus pengelupasan kulit penis bukanlah hal yang berbahaya, dan bisa diatasi dengan pengobatan rumahan. Namun, dalam beberapa kasus, seseorang mungkin memerlukan obat topikal atau oral untuk menangani masalah yang mendasarinya.

Perlu diketahui bahwa penyebab umum gesekan di area genital meliputi lecet dari pakaian ketat atau pakaian dalam, masturbasi tanpa lubrikasi, serta seks tanpa pelumas. Berikut adalah beberapa penyebab khusus lain yang menyebabkan kulit penis mengelupas:

1 dari 4 halaman

1. Reaksi Alergi

Reaksi alergi terhadap kulit Anda akibat paparan suatu zat alergen atau iritan disebut dermatitis kontak. Dermatitis kontak dapat mempengaruhi area tubuh mana pun, termasuk penis.

Gejala dermatitis kontak meliputi kulit mengelupas atau pecah-pecah, nyeri dan iritasi, gatal, pembengkakan, dan kemerahan. Sementara itu, penyebab umum dermatitis kontak pada penis adalah kondom lateks, bahan dalam sabun, serta detergen.

Artikel Lainnya: Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Penis Gatal dan Panas

2. Iritasi

Iritasi dapat terjadi akibat penis terpapar oleh bahan kimia yang berasal dari sabun, losion, minyak, parfum, atau bahkan oleh bahan celana dalam/sisa detergen yang tidak dibilas dengan bersih. Saat iritasi, biasanya pria akan mengalami gejala kulit kemaluan gatal dan mengelupas.

3. Paparan Panas

Paparan panas, seperti berendam air panas atau mengoleskan krim atau minyak yang menimbulkan panas pada penis, dapat menyebabkan luka bakar derajat ringan dan iritasi pada kulit penis. Ini akan menyebabkan lapisan terluar kulit penis mati dan akhirnya mengelupas.

2 dari 4 halaman

4. Herpes Genital

Herpes genital adalah infeksi menular seksual yang menyerang sekitar satu dari delapan orang berusia 14-49 tahun di AS, menurut American Sexual Health Association.

Mayoritas dari orang-orang ini tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi karena gejalanya sangat ringan. Gejala herpes yang muncul termasuk luka pada penis, skrotum, anus, dan bokong. Gejala lainnya meliputi kulit mengelupas, rasa nyeri, gatal, serta gejala seperti flu.

5. Infeksi Jamur

Infeksi jamur juga kerap terjadi pada daerah selangkangan, termasuk pada penis. Biasanya infeksi jamur disebabkan oleh kondisi lembap dan kurangnya kebersihan di daerah selangkangan. Kondisi infeksi ini akan menyebabkan rasa gatal dan dapat memicu kulit penis mengelupas akibat bekas garukan.

Artikel Lainnya: Penis Gatal dan Berbau, Tanda Penyakit Apa?

6. Infeksi Parasit

Infeksi parasit, seperti skabies, juga merupakan salah satu yang sering terjadi pada daerah selangkangan dan penis. Parasit skabies ini akan membuat terowongan dan lubang-lubang kecil pada kulit. Ini akan menimbulkan rasa gatal dan kulit penis mengelupas.

3 dari 4 halaman

7. Sifilis

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang dapat diawali dengan munculnya luka tanpa rasa sakit (disebut chancre). Jika chancre terjadi pada penis, bisa menyebabkan kulit mengelupas di area ini.

Chancre biasanya sembuh dalam 3–6 minggu, tetapi ruam akan muncul beberapa minggu kemudian. Ruam dimulai di batang penis sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Gejala lainnya termasuk otot sakit, demam, rambut rontok, sariawan, dan sakit tenggorokan.

8. Psoriasis Genital

Psoriasis adalah kelainan autoimun seumur hidup yang menyebabkan kulit bersisik, merah, dan mengelupas yang terasa gatal dan nyeri. Ini dapat memengaruhi kulit di area mana pun di tubuh. Ketika muncul pada penis, kondisi ini disebut psoriasis genital.

Gejala psoriasis lainnya termasuk kulit kering, sendi bengkak dan kaku, kuku tebal dan bergerigi.

Jadi, kulit penis mengelupas dapat disebabkan oleh berbagai hal. Itulah mengapa penting bagi penderita untuk berkonsultasi langsung dengan dokter jika mengalami hal tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui penyebabnya, maka dokter dapat memberikan terapi yang tepat.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai topik ini? Tak perlu ragu untuk berkonsultasi kepada dokter melalui Live Chat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar