Sukses

Makan Terlalu Cepat, Awas Bahaya yang Mengintai

Beberapa tahun terakhir, berbagai kompetisi makan cepat banyak bermunculan. Bahkan menjadi atraksi yang menarik untuk ditonton. Namun, tahukah Anda bahwa makan terlalu cepat berbahaya bagi kesehatan?

Masih ingatkah Anda dengan tragedi di perlombaan makan pada awal tahun 2016? Saat itu, KFC mengadakan lomba makan ayam.

Peserta yang makan tiga sayap ayam dengan waktu tercepat akan mendapat hadiah miliaran rupiah. Tak disangka, lomba tersebut mendatangkan korban. Seorang peserta pria meninggal akibat tersedak saat mengikuti perlombaan.

Makan terlalu cepat memang dapat meningkatkan risiko tersedak yang mengancam nyawa. Journal of the American Dietetic Association mengungkapkan bahwa orang yang makan terlalu cepat memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami obesitas, dibandingkan dengan orang yang mengunyah makanan secara perlahan sebanyak tiga puluh kali per satu suapan.

Hal tersebut dapat terjadi karena saat Anda makan, tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda sudah merasa kenyang. Dengan makan terlalu cepat, makanan sudah banyak masuk ke dalam tubuh tetapi sinyal kenyang belum timbul. Alhasil, Anda akan terus makan.

Selain risiko obesitas, orang yang makan terlalu cepat juga berisiko mengalami gangguan lambung. Dikarenakan sejumlah besar makanan yang masuk ke lambung dalam waktu cepat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini akan menimbulkan keluhan nyeri ulu hati, dada terasa seperti terbakar, atau kram perut.

Makan terlalu cepat juga menyebabkan Anda cenderung tidak puas terhadap apa yang dimakan. Setelah makan selesai, Anda akan mencari makanan yang lain lagi untuk dikonsumsi. Hal ini juga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

Lalu, bagaimana seharusnya Anda makan? Dianjurkan untuk menghabiskan satu porsi makanan dalam waktu setidaknya 20 menit. Satu suapan makan sebaiknya dikunyah setidaknya sebanyak tiga puluh kali sebelum ditelan. Orang yang makan dengan cara seperti ini terbukti memiliki ukuran tubuh lebih ideal dan berisiko lebih rendah terhadap obesitas dan diabetes.

Mulai sekarang, yuk biasakan makan dengan lebih perlahan-lahan demi kesehatan tubuh Anda.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar