Sukses

Anak Anda Susah Minum Obat? Ini Solusinya!

Keluhan anak susah minum obat dialami oleh banyak orangtua. Anak hanya perlu minum beberapa tetes obat saja, tetapi susahnya minta ampun. Begini solusinya.

Saat anak sakit merupakan salah satu hal yang cukup menantang bagi orangtua. Pasalnya, bukan hanya menjadi lebih rewel atau enggan makan, tetapi juga susah minum obat. Ada anak yang menutup mulutnya saat akan diberi obat, menyemburkan obat, atau malah muntah saat diberi obat. Berikut adalah beberapa kiat agar anak mau minum obat saat sakit:

  • Berikan obat dalam suhu yang dingin

Anak-anak menyukai sensasi dingin, dan umumnya obat yang diberikan dalam suhu dingin lebih mudah diterima anak. Caranya, simpan obat di lemari es bagian bawah selama 30 menit, kemudian berikan kepada anak menggunakan pipet atau sendok obat. Hindari penyimpanan obat di freezer karena dapat merusak zat yang terkandung di dalam obat.

  • Kulum es batu sebelum memberi obat

Memberi anak es batu untuk dikulum sebelum minum obat akan ‘memati rasakan’ indra pengecap di lidah selama beberapa menit. Sehingga saat obat diberikan, anak tidak akan merasakan cita rasa obatnya. Namun, jangan memberikan es batu yang terlalu besar, cukup berikan es batu seukuran permen saja. Dan sebaiknya kiat ini dilakukan pada anak di atas usia 2 tahun untuk menghindari risiko tersedak.

  • Berikan langsung ke mulut bagian dalam

Cara ini adalah cara yang paling manjur menurut banyak orangtua. Indra pengecap pada lidah terletak di lidah bagian depan dan tengah. Maka supaya anak tidak merasakan manis atau pahitnya obat, minta anak membuka mulut, teteskan obat menggunakan pipet atau spuit (tabung suntik) ke sela-sela antara gusi dan pipi. Dijamin obat tidak akan terasa. Bila anak malah menangis, orangtua tetap dapat memberikannya saat anak menangis. Yang perlu diperhatikan, jangan meneteskan obatnya terlalu dalam supaya tidak tersedak.

  • Bermain mewarnai lidah

Anak-anak senang dengan warna apalagi bila bagian tubuhnya diwarnai, umumnya mereka akan tertarik. Orangtua dapat bereksperimen meneteskan pewarna makanan yang aman ke lidah, tentu anak akan terkejut melihat lidah orangtuanya berubah warna. Campurkan obat dengan 1-2 tetes pewarna makanan yang aman, dan bujuk anak agar ia mau meminumnya supaya lidahnya berubah warna. Sebagian besar obat aman dicampurkan dengan pewarna makanan, namun sebelum Anda melakukannya, sebaiknya konfirmasikan dahulu kepada dokter atau apoteker.

  • ‘Menyembunyikan’ obat di dalam makanan atau minuman

Ini adalah opsi terakhir yang dapat dilakukan bila anak susah minum obat. Mengapa demikian? Karena pada sebagian obat, berinteraksi dengan makanan atau minuman tertentu dapat mengganggu efektivitasnya. Jika orangtua memilih cara ini, obat dapat dicampurkan ke bubur atau jus buah yang rasanya cukup mencolok agar anak tidak merasakan rasa obatnya. Namun sebelum melakukannya, pastikan orangtua telah mendiskusikan dengan dokter atau apoteker untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.

Banyak sekali ide kreatif yang bisa dilakukan orangtua untuk memberi obat pada anaknya. Semoga kiat-kiat di atas bermanfaat, ya!

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar