Sukses

Nyeri Sendi, Kapan Harus Menemui Dokter?

Nyeri sendi pada umumnya tidak berbahaya, namun dapat juga merupakan gejala dari penyakit tertentu. Kapan nyeri sendi dianggap berbahaya dan harus menemui dokter?

Dalam dunia kedokteran, nyeri pada persendian disebut sebagai arthralgia yang berasal dari bahasa yunani, yaitu arthro (sendi) dan algos (nyeri). Nyeri sendi dapat bersifat ringan sampai berat. Keluhannya paling banyak di daerah lutut, siku, tulang belakang, leher, mata kaki, dan bahu.

Sebagian besar kasus nyeri sendi bukan masalah serius dan tidak mengancam nyawa. Penyakit ini juga bisa saja muncul setelah melakukan aktivitas berat seperti olahraga dan bisa sembuh hanya dengan istirahat yang cukup, dipijat, dikompres, atau mengonsumsi obat anti nyeri/analgetik.

Nyeri pada persendian bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya cedera, peradangan, infeksi, respon terhadap alergi, penyakit tertentu, dan proses penuaan. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan nyeri sendi diantaranya osteoarthritis, rheumatoid arthritis, bursitis, gout/asam urat, kanker, lupus, penyakit tiroid, dan sebagainya.

Namun sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter jika berhadapan dengan kondisi berikut ini:

  • Nyeri hebat
  • Nyeri tidak berkurang setelah 3 hari
  • Sendi menjadi kaku
  • Keterbatasan atau gangguan gerak
  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Kelainan bentuk sendi
  • Disertai demam, penurunan berat badan, dan rasa lemas

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya dan memberikan pengobatan. Obat anti nyeri yang diberikan pun pastinya akan disesuaikan dengan derajat nyeri. Setelah itu dokter akan melanjutkan dengan pengobatan sesuai dengan penyakit yang mendasari.

Agar terhindar dari nyeri sendi yang berkelanjutan, terapkan gaya hidup sehat mulai dari sekarang dengan olahraga rutin dan mengonsumsi makanan bergizi.

(NS/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar