Sukses

5 Mitos Populer Seputar Kehamilan

Bimbang dengan berbagai wejangan yang diberikan oleh orang tua seputar kehamilan? Cari tahu fakta di balik mitos populer seputar kehamilan di sini.

Ini kehamilan pertama Anda? Bisa jadi Anda akan mendapat banyak wejangan dari orang tua. Harus begini, harus begitu. Tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Banyak aturan dan petuah dari para orang tua yang membingungkan. Jadi mana yang hanya mitos dan mana yang benar-benar fakta?

  1. Tidak Boleh Berhubungan Intim

Sebenarnya, Anda dan pasangan boleh saja melakukan hubungan intim kapan pun. Asalkan Anda dan pasangan merasa nyaman, serta kehamilan dinyatakan sehat dan bebas masalah oleh dokter kandungan.

Penis tidak akan ‘menyodok’ dan membahayakan bayi, seperti yang selama ini dibayangkan oleh kebanyakan orang. Maksimal penis hanya akan sampai ke mulut rahim. Sementara bayi berada di dalam rahim dan terlindung dengan cairan ketuban, selaput ketuban, dan dinding rahim.

Jika Anda hendak berhubungan intim saat hamil, lakukan posisi yang nyaman. Hindari berhubungan intim jika Anda mengalami flek-flek dan kram perut seperti saat menstruasi.

  1. Makan Nanas = Keguguran

Sejauh ini, nanas tidak terbukti menyebabkan keguguran bagi ibu hamil yang mengonsumsinya. Namun jika dikonsumsi terlalu banyak, nanas disinyalir dapat menyebabkan kembung, mual, dan muntah pada ibu hamil –yang tentunya tidak baik bagi keadaan janin di dalam kandungan.

  1. Tidak Boleh Mengecat Rambut

Bahan kimia yang terkandung dalam cat rambut sejauh ini tidak terbukti menyebabkan kelainan pada janin yang ada di dalam kandungan. Dengan demikian, ibu hamil boleh saja menggunakan cat rambut selama hamil.

  1. Gerhana Matahari Sebabkan Bibir Sumbing

Anda mungkin pernah mendengar wejangan yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh keluar rumah atau memandang gerhana matahari. Risikonya jika Anda melanggar? Bayi yang dikandung akan terlahir sumbing. Faktanya: Ini tidak benar! Tidak ada kaitan antara gerhana matahari dengan bibir sumbing. Bibir sumbing umumnya disebabkan karena faktor luar yang terpapar pada ibu selama hamil –seperti obat-obatan, rokok, polusi, alkohol, infeksi virus, atau kelainan genetik.

  1. Bentuk Perut Tentukan Jenis Kelamin

Selama ini mungkin Anda mendengar bahwa jenis kelamin bayi dapat diketahui dari bentuk perut sang ibu. Jika perutnya ‘mancung’ ke depan, artinya anak laki-laki. Namun jika lebar ke samping, maka anak perempuan. Meskipun mitos ini sangat menarik dan membuat orang penasaran, hingga kini hal tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Nah, sekarang Anda sudah tahu ‘kan fakta di balik mitos populer seputar kehamilan?

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar