Sukses

Apa Bedanya Mendidik dan Menghukum Anak?

Si Kecil lagi-lagi menginjak-injak mainannya. Lalu Anda melarangnya memegang mainan itu selama satu minggu. Apakah sebenarnya Anda sedang mendidik atau menghukum anak Anda?

Sejak anak mulai menginjak usia 2 tahun, orangtua pada umumnya sering dibuat pusing oleh tingkahnya. Anak yang tadinya manis dan menurut dalam segala hal, tiba-tiba menjadi banyak berargumen, marah, bahkan melawan. Tidak heran, banyak istilah yang menggambarkan usia dua tahun ke atas sebagai usia yang menantang emosi orangtua. Sebut saja istilah trouble two, terrible three, feisty four, dan seterusnya menunjukkan bahwa tiap tahap usia memiliki tantangan tersendiri bagi orangtua untuk mendidik anaknya.

Ketika menghadapi anak yang berulah, orangtua sering melakukan tindakan dengan harapan dapat mendisiplinkan anak. Namun, sering kali yang terjadi adalah malah menghukum anak. Memangnya, apa perbedaan mendidik dan menghukum anak?

Mendidik anak dilakukan dengan penuh kasih sayang supaya anak mengetahui apakah tindakannya benar atau salah, dan tidak mengulangi tindakan yang salah tersebut di kemudian hari. Menghukum anak dilakukan karena emosi orangtua. Tujuannya agar anak tidak mengulangi tindakan yang salah tersebut karena takut dengan hukuman yang diberikan orangtuanya.

Hasil Akhir

Mendidik anak menciptakan suasana diskusi dan komunikasi, dengan orangtua yang bertindak sebagai guru bagi anaknya. Sedangkan, menghukum anak menghasilkan konsekuensi bagi anak, dan orangtua seakan menjadi hakim bagi anak yang siap menjatuhkan hukuman kapan saja anak berbuat salah.

Sebagai contoh, saat anak membuang-buang makanannya, orangtua yang sedang mendidik anaknya akan mengajak anaknya bersama-sama memungut makanan dari lantai sambil mengatakan bahwa makanan dibuat bukan untuk dibuang. Sementara itu, orangtua yang sedang menghukum anaknya mungkin mengatakan “Kalau kamu buang makanan terus, Ibu nggak mau lagi nyiapin makanan untuk kamu”.

Mendidik anak merupakan cara yang efektif untuk mendisiplinkannya, sedangkan menghukum anak hanya akan menimbulkan efek jera dan konsekuensi buruk bagi karakternya saat dewasa.

Nah, ingin jadi orangtua seperti apakah Anda? Menjadi orangtua yang mendidik anak dengan penuh kasih sayang atau menjadi orangtua yang menghukum dengan penuh emosi? Keputusannya ada di tangan Anda.

[RS]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar