Sukses

Menjaga Kesehatan Jantung dengan Freeletics

Olahraga freeletics terbukti bermanfaat bagi kesehatan, termasuk kesehatan jantung. Apa manfaat freeletics bagi jantung? Yuk, simak lengkapnya di sini.

Secara umum, freeletics adalah olahraga yang hanya menggunakan berat badan sendiri. Sistem pelatihannya menggabungkan antara metode High Intensity Training (HIT) dengan metode High Intensity Interval Training (HIIT). 

Sesi latihan yang dilakukan biasanya sekitar tiga puluh menit. Lalu, terdapat banyak variasi latihan yang dapat dipilih. 

Selain untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kekuatan otot, olahraga berjenis HIIT ini juga memiliki berbagai macam manfaat bagi sistem kardiovaskular. Hal ini mencakup organ jantung dan pembuluh darah.

Meskipun sesi latihannya relatif singkat, namun butuh waktu sekitar 12-15 minggu untuk memberikan hasil yang maksimal. 

1 dari 3 halaman

Manfaat Olahraga Freeletics untuk Jantung

Salah satu manfaat utama freeletics bagi jantung adalah meningkatkan ketahanan sistem kardiovaskular. 

Latihan fisik yang disusun dalam freeletics mencakup banyak olahraga anaerobik. Jantung dapat terlatih untuk menyesuaikan pemompaan aliran darah sesuai tingkat aktivitasnya. 

Sebuah uji klinis dari American College of Sports Medicine menunjukkan, setelah delapan minggu menerapkan latihan HIIT, subjek penelitian tersebut dapat bersepeda dua kali lipat lebih lama dibandingkan sebelumnya pada kecepatan yang sama.

Selain menjaga ketahanan kardiovaskular, latihan fisik freeletics juga dapat membantu menstabilkan tekanan darah agar tetap dalam rentang normal. 

Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor penyebab timbulnya bermacam penyakit, seperti serangan jantung atau stroke

Artikel Lainnya: 5 Tanda Anda Berisiko Terkena Serangan Jantung

Dengan melakukan HIIT secara rutin, penggiat freeletics juga dapat meminimalisir risiko munculnya penyakit-penyakit semacam ini.

Aktivitas fisik dalam jenis HIIT juga cenderung dapat membakar kalori lebih banyak dibandingkan olahraga konvensional, terutama pasca olahraga. 

Hal ini dikarenakan proses Excess Post-Exercise Oxygen Consumption (EPOC) dapat berjalan lebih lama setelah menjalani olahraga HIIT. 

Melalui proses ini, persentase lemak di dalam tubuh dan berat badan dapat turun lebih cepat. 

Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi pengidap obesitas yang ingin menurunkan berat badannya, dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner

Selain itu, HIIT juga terbukti dapat berperan positif untuk menurunkan profil gula darah dan kolesterol.

Artikel Lainnya: Kiat Merawat Penderita Penyakit Jantung di Rumah

2 dari 3 halaman

Kiat Olahraga Freeletics untuk Jaga Kesehatan Jantung

Terdapat banyak sekali variasi program freeletics. Contoh-contoh gerakannya adalah pull-up, push-up, sit-up, squat, dan lain-lain. Gerakan-gerakan tersebut dilakukan berulang dalam waktu tertentu. 

Berikut ini beberapa contoh gerakan yang dapat dilakukan: 

  • Jumping Jacks

Berdirilah dengan tangan menyentuh bagian belakang kepala. Lompatkan kaki ke samping dan turunkan tangan secara bersamaan sambil menyentuh bagian samping paha. 

Kemudian, lompat kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini sebanyak 75 kali.

  • Chest-to-Floor Burpee

Dari posisi berdiri, jongkok lalu jatuhkan tangan ke lantai. Lompat pada posisi seperti sedang push-up

Luruskan tangan dan angkat badan Anda. Kemudian, lompat ke depan sehingga kaki berada pada posisi semula saat jongkok. Ulangi gerakan ini sebanyak 25 kali.

 Artikel Lainnya: Mengenali Tanda-Tanda Orang yang Gagal Jantung

  • Sit-Up

Berbaring telentang dengan lutut ditekuk. Rentangkan tangan, kemudian gunakan otot perut untuk mengangkat badan Anda menjadi posisi duduk. Ulangi sebanyak lima puluh kali. 

  • Leg Raise

Berbaring telentang dengan kedua kaki rapat dan direntangkan. Kemudian, angkat kedua kaki Anda mengarah ke langit-langit. 

Jaga agar tetap lurus dan turunkan kembali. Ulangi gerakan ini sebanyak lima puluh kali.

Sebenarnya, masih banyak contoh gerakan yang lain. Biasanya, gerakan tersebut akan dikombinasi. Anda diperbolehkan istirahat setiap tiga puluh detik antar sesi. 

Sebaiknya, lakukan gerakan selama 3-4 kali seminggu. Berlatih dengan frekuensi ini akan membentuk kebiasaan. 

Jika melewatkan beberapa latihan, maka Anda akan tertinggal dan sulit menemukan motivasi kembali. Berusahalah untuk konsisten.

Selain itu, pakailah baju yang nyaman, putar musik favorit, pilih tempat yang tenang, dan lakukan bersama teman agar lebih menyenangkan. 

Melalui berbagai macam manfaat dari freeletics dan HIIT, diharapkan banyak masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya organ jantung. 

Selain itu, dengan bertambahnya jumlah orang yang menerapkan HIIT dalam aktivitas olahraga sehari-hari, semoga taraf kesehatan jantung masyarakat secara umum juga dapat meningkat!

Bila ingin konsultasi lebih mudah ke dokter seputar olahraga, pakai LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar