Sukses

Sering Cemas Bisa Sebabkan Gangguan Jantung

Para peneliti telah membuktikan bahwa gangguan cemas dapat menyebabkan gangguan jantung. Bagaimanakah mekanismenya? Simak penjelasan berikut ini.

Gangguan cemas merupakan salah satu masalah psikologis yang cukup sering terjadi. Gangguan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetik, stres, trauma, gangguan proses adaptasi, dan lain-lain.  

Apa saja gejalanya?

Gangguan cemas secara umum ditandai dengan adanya rasa cemas/khawatir terhadap kondisi tertentu dan disertai dengan adanya ketegangan motorik. Ketegangan motorik dapat dilihat dari sikap tegang, gugup, ketakutan, keringat dingin, sering gemetar halus (tremor), sering merasa jantung berdebar, nyeri dada, sakit perut, diare, sulit tidur dan gejala lainnya. Seseorang dengan gangguan cemas juga kerap menganggap dirinya mengalami penyakit tertentu seperti penyakit jantung.

Apa dampak jangka pendek dan dampak jangka panjangnya?

Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan cemas dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek meliputi penurunan performa kerja, sulit berkonsentrasi, gangguan belajar, gangguan tidur, lebih sensitif dan cepat marah sehingga dapat mengganggu interaksi sosial, serta gangguan makan. Sementara itu, dampak jangka panjang dari gangguan cemas ini adalah penurunan fungsi tubuh, terutama gangguan saluran cerna dan gangguan jantung.

Bagaimana mekanisme cemas menyebabkan gangguan jantung?

Gangguan cemas diketahui dapat mengganggu refleks vagal, sehingga tingkat variasi detak jantung menurun dan irama jantung dapat berubah. Kedua hal inilah yang menjadi dasar penyebab mengapa orang dengan gangguan cemas lebih mudah mengalami gangguan jantung. Bahkan, orang dengan gangguan cemas berisiko terkena penyakit jantung dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan cemas.

Bagaimana cara mencegah gangguan cemas?

Redamkan perasaan cemas dengan membiasakan diri berpikir positif, memiliki semangat hidup yang tinggi, berinteraksi sosial dengan baik, menceritakan masalah dan kesedihan kepada orang terdekat, serta melakukan pola hidup sehat. Makan makanan yang sehat, olahraga yang teratur, dan istirahat yang cukup juga membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.

Jika gangguan cemas masih belum teratasi dengan cara-cara tersebut, sebaiknya berbicaralah dengan psikolog atau psikiater. Jangan malu untuk berkonsultasi dengan psikolog ataupun psikiater. Psikolog dapat melakukan psikoterapi untuk mengurangi gejala Anda. Psikiater juga dapat memberikan terapi khusus serta obat untuk mengurangi kecemasan, jika diperlukan. Dengan kondisi mental yang sehat, tentunya Anda akan lebih produktif dan terhindar dari gangguan jantung.

(TT/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar