Sukses

Minum Kopi: Sekadar Hobi atau Faktor Genetik?

Kebiasaan minum kopi sebelum memulai rutinitas sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Apakah ini memang murni bagian dari hobi saja, atau ada faktor genetik yang juga ikut berperan?

Dengan banyaknya jumlah kedai kopi di kota-kota besar, jumlah penikmat kopi juga semakin meningkat. Meneguk secangkir kopi untuk mengawali hari menjadi hal yang sangat populer di kalangan pekerja. Ini dilakukan dengan harapan bahwa kopi tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan menambah inspirasi untuk menjalani rutinitas sehari-hari.

Banyak yang menyangka, kebiasaan minum kopi adalah karena hobi semata. Namun tahukah Anda bahwa faktor genetik juga berperan dalam hal ini?

Penelitian terkini yang dipublikasikan oleh jurnal ilmiah Nature menemukan bahwa kelompok orang dengan variasi gen tertentu tidak membutuhkan asupan kopi sebanyak orang lainnya untuk mendapatkan efek yang sama. Adanya gen tertentu pada seorang individu –yang disebut PDSS2– dianggap memiliki efek yang dapat menurunkan kecepatan metabolisme kafein di dalam tubuh. Dengan ini, kafein dapat bertahan lebih lama dalam peredaran darah sehingga orang dengan gen PDSS2 tidak memerlukan jumlah kafein yang banyak untuk mencapai efek yang diinginkan.

Artikel yang dilansir dari CNN.com dengan mengutip Nicola Pirastu –seorang peneliti dari Usher Institute of Population and Health Sciences di University of Edinburgh– menyampaikan bahwa varian genetik dari PDSS2 dapat memengaruhi konsumsi kafein dari aspek metabolisme zat tersebut di dalam tubuh. Kadar PDSS2 yang lebih tinggi dalam tubuh secara umum menghambat metabolisme kafein dan mengurangi kecepatan proses tersebut. Dengan kata lain, apabila Anda merasa sangat produktif hingga berhari-hari setelah minum kopi, mungkin Anda juga merupakan salah individu yang memiliki gen PDSS2.

Selain karena faktor gen PDSS2, penelitian-penelitian sebelumnya menemukan bahwa asupan kopi secara umum juga berkaitan dengan beberapa gen lain yang dapat memengaruhi metabolisme kafein di dalam tubuh.

Secara keseluruhan, minum kopi memang sudah menjadi bagian dari keseharian. Namun kebiasaan ini ternyata bukan hanya sekadar hobi atau mengikuti tren saja, karena faktor genetik juga ikut berperan.

(NB/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar