Sukses

Jenis-Jenis Diet untuk Dapatkan Berat Badan Ideal

Ada banyak sekali metode diet untuk mendapatkan berat badan ideal, mulai dari diet Atkins hingga diet golongan darah. Yuk, kenali satu per satu!

Berat badan yang ideal merupakan impian banyak orang. Apakah ini impian Anda juga? Untuk memilikinya, diet adalah salah satu jalan keluar yang dapat Anda lakukan.

Diet bisa dibilang memang tidak gampang. Namun, jika ingin mendapatkan bentuk tubuh ideal tanpa mengeluarkan biaya mahal, Anda bisa mencoba salah satu diet sehat berikut ini:

1 dari 6 halaman

1. Diet Atkins

Diet Atkins berasumsi bahwa kenaikan berat badan disebabkan oleh karbohidrat. Karenanya, jenis diet ini mengharuskan Anda untuk mengonsumsi makanan yang sangat rendah atau tidak berkarbohidrat sama sekali.

Semakin rendah jumlah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin baik pula hasilnya. Saat melakukan diet Atkins, yang menjadi sumber energi adalah protein dan lemak.

Artikel Lainnya: 5 Jenis Diet yang Dibenci Ahli Nutrisi

2. Diet Golongan Darah

Diet golongan darah diperkenalkan oleh dokter naturopati bernama Dr. Peter J. D’Adamo. Ia mengatakan bahwa tubuh dapat mencerna makanan dengan lebih baik jika diet dilakukan sesuai golongan darah.

Selain menerapkan pola makan berdasarkan golongan darah, diet ini juga menganjurkan orang untuk memilih jenis olahraga yang sesuai dengan golongan darah. Misalnya: yoga untuk golongan darah A, dan latihan aerobik untuk golongan darah O.

2 dari 6 halaman

3. Diet Paleo

Diet Paleo merupakan jenis diet dengan sumber makanan yang dapat diburu ataupun dipancing. Sebut saja daging merah, makanan laut, serta sumber makanan yang bisa dipetik hasilnya, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, tanaman herbal, rempah-rempah, termasuk juga telur.

Diet ini mengacu pada era kehidupan paleolitikum, sebelum ditemukannya teknik pertanian sekitar 10.000 tahun yang lalu. Jadi, segala jenis makanan yang diproses, seperti tanaman gandum dan kentang, tidak termasuk dalam diet ini.

Mayoritas makanan dalam diet Paleo adalah makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat dengan sumber yang bervariasi, namun memenuhi syarat.

4. Diet Vegetarian

Mayoritas pelaku diet vegetarian menganut jenis lacto ovovegetarianLacto ovovegetarian adalah kondisi di mana mereka tidak mengonsumsi makanan yang bersumber dari hewan, kecuali telur, produk susu, dan madu.

Namun, terdapat jenis diet vegetarian lain – yakni diet vegan – yang tidak mengonsumsi apa pun yang berasal dari hewan, termasuk telur, produk susu, dan madu. Selain sebagai pola makan, diet vegan juga merupakan cara hidup seseorang yang menjunjung keseimbangan lingkungan dan menghindari perilaku tidak etis pada hewan.

Jenis diet vegetarian lainnya adalah fruitarian vegetarianlacto ovo vegetarianovo vegetarianpescatarian, dan pollotarian.

Diet vegetarian bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, maupun kanker. Beberapa studi menunjukkan bahwa pelaku diet vegetarian memiliki berat badan yang lebih rendah, lebih jarang menderita penyakit, dan memiliki rentang hidup lebih panjang dibanding dengan orang yang mengonsumsi daging.

Artikel Lainnya: Yuk, Kenali Diet Pegan Lebih Jauh

3 dari 6 halaman

5. Diet Raw Food

Diet raw food bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta menurunkan berat badan dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman yang segar, bersifat organik, dan tidak diproses.

Setidaknya 3/4 dari asupan makanan pada diet raw food berasal dari makanan yang tidak dimasak. Mayoritas pelaku diet ini juga merupakan pelaku diet vegan.

Terdapat empat jenis diet raw food, yakni raw vegetarianraw vegan, raw omnivore, dan raw carnivore.

6. Diet Mediterania

Diet Mediterania ini mengacu pada kebiasaan makan masyarakat Eropa Selatan, seperti Yunani, Kreta, dan Italia selatan. Jenis diet ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta kanker.

Diet ini menekankan pada konsumsi sayuran. Sumber utama lemak pada diet jenis ini berupa kacang-kacangan, serealia, biji-bijian, dan minyak zaitun, disertai produk susu seperti keju dan yoghurt, ikan dan unggas dalam jumlah sedang.

Menu tersebut juga ditambah sekitar empat butir telur per minggu, daging merah dalam jumlah sedikit, minuman anggur dalam jumlah sedikit hingga sedang, dan menggunakan makanan penutup berupa buah-buahan segar.

4 dari 6 halaman

7. Diet Zone

Jenis diet ini menekankan keseimbangan asupan karbohidrat (40%), lemak (30%), dan protein (30%) dalam setiap kali makan. Tujuan diet Zone adalah mengontrol kadar insulin darah yang akan berdampak baik pada berat badan.

Karbohidrat yang digunakan dalam diet ini adalah karbohidrat berkualitas baik yang belum diproses (unrefined carbohydrate), dan lemak yang berasal dari minyak zaitun, kacang-kacangan, dan alpukat.

8. Diet South Beach

Jenis diet South Beach ditemukan oleh seorang dokter yang berasal dari Miami Florida, Arthur Agatson, MD. Cara penerapan diet South Beach hampir sama dengan diet Atkins, yaitu dengan pembatasan karbohidrat secara ketat. 

Bedanya, diet South Beach memiliki pembatasan jumlah lemak jenuh dan menggantinya dengan lemak tak jenuh.

Artikel Lainnya: 8 Jenis Sayuran untuk Diet yang Bisa Anda Coba

5 dari 6 halaman

9. Diet Weight Watcher

Diet weight watcher memerlukan komitmen yang sangat kuat dari orang yang menjalankannya. Sebab, diet ini tidak mencantumkan makanan yang dilarang atau disarankan.

Semua makanan mempunyai sistem poin. Artinya, tak sembarang orang yang bisa melakukan diet ini. Hanya mereka yang dapat menghitung kalori saja yang dapat melakukannya. Diet model ini biasanya membutuhkan bantuan dokter ahli gizi untuk membuatkan menu untuk pasiennya yang ingin mengurangi berat badan.

10. Diet Ayurveda

Diet Ayurveda berasal dari India dan membagi tubuh manusia menjadi tiga tipe berdasarkan jenis metabolismenya, yaitu vata (katabolik), kapha (anabolik), dan pitta (metabolik). Tujuan diet Ayurveda adalah menjaga tipe tubuh sesuai bawaan lahir dan menjalani pola makan sesuai tipe ini.

Selain mengonsumsi makanan sesuai jenis metabolisme tubuh, jenis diet ini juga menyarankan agar Anda makan dalam keadaan santai, mengatur jarak makan yang baik, menghindari ngemil di antara makan berat, serta lebih memilih memasak makanan sendiri dibandingkan makan makanan dari luar.

Diet Ayurveda juga mengajak pelakunya untuk memilih makanan yang tumbuh sesuai musim berjalan, dengan pemahaman bahwa alam telah menyediakan jenis bahan makanan yang sesuai untuk dikonsumsi pada musim tersebut.

Apa pun jenis diet yang Anda pilih, sebaiknya ikuti juga dengan berolahraga secara rutin dan konsisten. Dengan demikian, tubuh sempurna yang Anda impikan dapat terwujud.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar topik ini, silakan bertanya melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar