Sukses

Alkohol Bisa Merusak Hati Tanpa Kita Sadari

Kerusakan pada hati akibat alkohol sering kali tidak disadari, hingga kondisinya sudah telanjur parah. Sebelum semuanya terlambat, yuk baca lebih dalam soal dampak alkohol pada hati.

Alkohol merupakan jenis minuman yang memabukkan dan telah diketahui luas akan keburukan serta dampak negatifnya bagi kesehatan. Salah satu dampak negatif yang dapat ditimbulkannya adalah kerusakan pada hati.

Tidak banyak yang tahu bahwa kerusakan pada hati ini sering kali tidak  disadari, hingga kondisinya sudah telanjur parah sehingga tidak dapat diperbaiki lagi. Sebelum semuanya menjadi terlambat, ada baiknya kita pahami betul bagaimana kerja alkohol dalam merusak hati sehingga dapat menyelamatkan orang-orang yang kita kasihi.

Apa sebenarnya fungsi hati?

Hati adalah salah satu organ yang sangat penting perannya. Salah satu peran pentingnya adalah sebagai penetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Bila fungsi hati terganggu, maka racun-racun yang masuk ke dalam tubuh kita dapat berkembang dan meluas karena tidak ada yang menetralisir.

Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol ini dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel hati. Parahnya lagi, seseorang tidak perlu minum alkohol hingga mabuk untuk dapat merusak hati. Hal ini menyebabkan sebagian orang menganggap porsi minumannya wajar-wajar saja, padahal proses kerusakan hati sedang terjadi dalam tubuhnya.

Beberapa tanda dan gejala yang ditimbulkan dari kerusakan hati akibat alkohol di antaranya:

  • Rasa lemas.
  • Penurunan berat badan secara bermakna.
  • Hilang nafsu makan.
  • Kekuningan pada mata dan kulit.
  • Bengkak di perut dan daerah kaki.
  • Penurunan kesadaran.
  • Muntah darah atau buang air besar disertai darah.

Tingkat kerusakan hati akibat konsumsi alkohol ini beragam tahapnya. Pada tahap awal akan terjadi perlemakan hati. Tahapan ini dapat terjadi dalam beberapa hari setelah konsumsi alkohol tanpa disertai gejala dan tanda yang bermakna. Perlemakan hati akibat konsumsi alkohol adalah suatu kondisi yang dapat dikoreksi dengan penghentian konsumsi alkohol.

Tahapan selanjutnya adalah hepatitis akibat konsumsi alkohol. Hepatitis akibat konsumsi alkohol dapat menjadi suatu keadaan yang mengancam bila tidak segera ditangani dan dihentikan.

Tahapan yang paling akhir dan tidak bisa dikoreksi lagi adalah sirosis hati. Pada sirosis hati akibat konsumsi alkohol, sebagian sel hati telah rusak. Faktanya, bahkan ketika seseorang mencapai tahapan ini belum tentu ada gejala dan tanda yang ia sadari. Padahal, ketika sirosis terjadi dan kebiasaan konsumsi alkohol tidak segera dihentikan, angka harapan hidup orang tersebut berkurang hingga lima puluh persen dalam lima tahun ke depan.

Bagaimana mencegah kerusakan hati dan menjaga hati agar tetap sehat?

Yang utama adalah hindari alkohol. Bila sudah telanjur mengonsumsi alkohol, segera hentikan kebiasaan ini. Minta dukungan keluarga dan orang-orang terdekat untuk membebaskan diri dari pengaruh alkohol.

Selain itu, carilah aktivitas atau hobi-hobi yang positif agar bisa ‘lupa’ dengan alkohol, seperti berolahraga, memasak, dan sebagainya.

Tidak kalah penting pula asupan makanan yang bernutrisi dan kaya akan antioksidan dalam menjaga kesehatan hati, seperti buah-buahan, sayur, kacang-kacangan dan susu.

0 Komentar

Belum ada komentar