Sukses

Jangan Abai, Penyakit Jantung Juga Serang Anak Muda

Dahulu kita mengetahui bahwa penyakit jantung hanyalah “langganan” orang-orang tua. Namun seiring dengan perkembangan zaman, makin banyak orang dewasa muda – bahkan anak – yang menderita penyakit jantung.

Baru-baru ini kita dikejutkan oleh berita duka yang datang dari dunia tarik suara tanah air. Mike Mohede dikabarkan meninggal dunia pada hari Minggu, 31 Juli 2016.

Mike yang merupakan juara pertama dari ajang kompetisi pencarian bakat Indonesian Idol periode kedua ini ditemukan menghembuskan napas terakhir di kediamannya yang terletak di daerah Bintaro.

Dikabarkan pada saat-saat terakhir kehidupannya, Mike sedang bermain game bersama teman-temannya. Merasa tidak enak badan, Mike meminta diri untuk berbaring sejenak. Namun tidak lama kemudian, temannya mendapati Mike sudah dalam keadaan biru, dan tidak merespons ketika dipanggil.

Mike segera dilarikan ke Rumah Sakit Premier Bintaro, namun menurut dokter Mike sudah dalam keadaan tak bernyawa ketika sampai ke rumah sakit.

Dugaan penyebab kematian Mike sejauh ini adalah serangan jantung. Apakah memungkinkan bagi seseorang yang masih sangat muda – 32 tahun – untuk terkena serangan jantung yang mematikan?

Tak Kenal Usia

Dahulu kita mengetahui bahwa penyakit jantung hanyalah “langganan” orang-orang tua yang berusia minimal 50 tahun ke atas. Namun seiring dengan perkembangan zaman, makin banyak orang dewasa muda – bahkan anak – yang menderita penyakit jantung. Mengapa bisa demikian?

Penyakit jantung pada usia muda dapat dialami oleh orang yang memiliki riwayat keturunan penyakit jantung, diabetes, kolesterol, atau darah tinggi. Menurut manajer Mike, ia tidak diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dari keluarga.

Selain penyakit keturunan, penyakit jantung di usia muda dapat menyerang mereka yang telah mengidap obesitas (kelebihan berat badan parah) sejak masa muda – bahkan kanak-kanak.

Obesitas dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Cara menghitung IMT adalah berat badan dalam kilogram dibagi dengan kudrat dari tinggi badan dalam meter. Disebut obesitas tipe 1 jika IMT adalah 25-29.9, sementara disebut obesitas tipe 2 jika IMT lebih atau sama dengan 30.

Sebelum mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol, ketika masih berusia 20 tahun, bobot Mike sendiri telah mencapai 135 kg. Bahkan ketika mengikuti tur Indonesian Idol, beratnya sempat naik 5 kg menjadi 140 kg. Dengan bobot tubuh demikian, Mike termasuk ke dalam obesitas tipe 2 (obesitas berat).

Tidak disangka, obesitas merupakan faktor risiko penyakit jantung yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Berbagai penelitian di seluruh dunia melaporkan hasil yang sejalan, bahwa obesitas pada masa muda atau pada masa kanak-kanak merupakan faktor risiko kuat bagi terjadinya penyakit jantung pada kemudian hari.

Obesitas dapat menimbulkan hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit dan serangan jantung, mulai dari penumpukan lemak di pembuluh darah koroner jantung – atau disebut juga aterosklerosis.

Selain itu, mereka yang mengalami obesitas juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit penyakit kolesterol tinggi, diabetes melitus, dan darah tinggi. Ketiga penyakit tersebut adalah faktor risiko yang dapat semakin meningkatkan risiko penyakit jantung.

Cegah Sedari Dini

Oleh karena itu, jangan sepelekan obesitas. Anak yang gemuk memang tampak lucu, namun tidak berarti sehat. Walaupun anak tidak disarankan untuk berdiet, mengatur porsi makan anak sangatlah penting untuk dilakukan sejak dini.

Jangan biarkan anak makan makanan sekehendak hati mereka – baik dalam porsi maupun pemilihan jenis makanannya. Hindari makanan yang berlemak, gorengan, dan yang manis-manis. Kurangi juga konsumsi minuman manis dan bersoda.

Mengurangi berat badan dan memperbaiki pola makan akan memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan dalam jangka panjang. [RS]

0 Komentar

Belum ada komentar