Sukses

White Tea, Minuman untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membuat tubuh tidak gampang sakit adalah dengan mengonsumsi teh. Tapi, seberapa efektifkah minuman teh ini?

Di dunia serba modern seperti sekarang, makanan olahan, polusi dan stres menghiasi kehidupan kita sehari-hari. Tak heran banyak orang sering kali mudah sakit. Supaya tak mudah sakit, cara yang bisa dilakukan tentu dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berbagai cara bisa dilakukan mulai dari cara alami dengan berolahraga, menjaga pola makan yang seimbang, hingga mengonsumsi suplemen tertentu.

Ternyata selain dengan cara-cara tersebut, Anda juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi teh. Teh yang kini sedang populer dan diyakini memiliki kadar antioksidan yang tinggi adalah teh putih atau white tea. White tea memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dan salah satunya adalah sebagai anti-peradangan.

Bagaimana white tea dapat meningkatkan kekebalan tubuh?

White tea mengandung kadar antioksidan yang tinggi sehingga dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul di dalam tubuh yang reaktif dan tidak stabil. Radikal bebas dihasilkan dari asap rokok, polusi, penyalahgunaan obat terlarang, makanan olahan, stres, serta trauma fisik dan psikis.

Terlebih jika Anda memiliki alergi atau penyakit autoimun, tubuh Anda memiliki kadar radikal bebas yang lebih tinggi dibandingkan orang lain. Mengapa demikian? Karena bagi Anda yang memiliki alergi atau penyakit autoimun, terdapat inflamasi atau peradangan kronis di tubuh.

Itulah mengapa antioksidan penting untuk dikonsumsi. Daun teh yang digunakan untuk memproduksi white tea diambil dari kuncup daun teh termuda dan diproses secara minimal, sehingga mengandung kadar antioksidan yang tinggi.

Selain itu, white tea juga berperan sebagai antibakteri dan antivirus alami yang dapat mencegah peradangan dan infeksi. Berdasarkan studi dari Pace University, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di the 104th General Meeting of the American Society for Microbiology, disebutkan bahwa ekstrak white tea dapat berperan mencegah pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi stafilokokus, infeksi streptokokus, pneumonia, dan karies gigi.

Pada studi lain disebutkan bahwa ekstrak white tea juga memiliki efek antijamur pada jamur jenis Penicillium chrysogenum dan Saccharomyces cerevisiae. Spora Penicillium dan Saccharomyces cerevisiae menjadi tidak aktif dengan adanya ekstrak white tea tersebut.

0 Komentar

Belum ada komentar