Sukses

Cara Aman Mudik dengan Perjalanan Darat

Mudik melalui perjalanan darat memang menjadi salah satu cara favorit para pemudik untuk menuju kampung halamannya. Yuk, simak cara aman mudik dengan perjalanan darat dari dr. Dyah Novita Anggraini.

Perjalanan darat merupakan cara yang sangat diminati oleh para pemudik. Di samping dapat menyesuaikan waktu keberangkatan sendiri jika naik kendaraan pribadi, mudik dengan perjalanan darat juga menawarkan harga tiket kendaraan umum yang terbilang murah serta ketersediaan armada yang sangat banyak.

Namun demikian, mudik dengan perjalanan darat ini merupakan cara mudik yang paling banyak menimbulkan risiko penyakit.

Beberapa hal yang dikaitkan dengan risiko penyakit melalui perjalanan darat, antara lain:

  • Terpapar polusi udara

Mudik dengan perjalanan darat sering kali dihalangi oleh kemacetan. Saat macet, pemudik akan lebih rentan terpapar polusi asap kendaraan dan debu sehingga infeksi saluran pernapasan akut – seperti batuk dan pilek – menjadi penyakit yang rentan terjadi bagi para pemudik.

  • Mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan dalam dunia medis disebut dengan motion-sickness. Berbagai gejala mabuk perjalanan terjadi karena adanya ketidakselarasan kerja sistem penglihatan, sistem keseimbangan dan sistem raba-sentuh dalam tubuh kita. Beberapa gejala yang paling sering terjadi adalah mual, muntah, pusing berputar dan perasaan tidak nyaman.

  • Terpapar infeksi bakteri atau virus

Waktu perjalanan mudik melalui perjalanan darat tidak dapat diprediksi lamanya. Perjalanan yang terlalu lama dapat menurunkan daya tahan tubuh dan akan memudahkan tubuh terpapar infeksi bakteri atau virus. Tempat pemberangkatan dan pemberhentian, seperti terminal dan rumah makan, dapat berpotensi meningkatkan paparan bakteri atau virus yang dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti diare atau keracunan makanan.

  • Risiko terjadi penyakit infeksi saluran kemih

Situasi jalanan yang macet atau tidak menemukan toilet di sepanjang perjalanan sering kali membuat para pemudik yang berada di kendaraan pribadi untuk menahan rasa ingin buang air kecil. Kebiasaan ini akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih, khususnya pada wanita, yang mempunyai saluran kemih lebih pendek daripada pria.

  • Terpapar infeksi bakteri karena udara di dalam kendaraan

Bakteri yang berada pada Air Conditioner (AC) dapat meningkatkan risiko pemudik untuk terkena infeksi.

  • Kekambuhan Penyakit

Munculnya risiko penyakit kronis yang sudah lama diderita oleh para pemudik, seperti hipertensi, asma, diabetes, dan maag.

  • Meningkatkan risiko kecelakaan

Bagi pengemudi yang kelelahan dan mengantuk dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Nah, bagi Anda yang hendak mudik melalui perjalanan darat, berikut beberapa cara untuk mencegah terjadinya gangguan penyakit:

  • Jika Anda sering mabuk perjalanan dan membawa kendaraan sendiri, pilihlah kendaraan yang bergerak paling halus dan tidak banyak mengalami guncangan.
  • Pilihlah rute yang tidak melewati jalan yang terlalu berliku atau jalan yang rusak. Selain itu, pilihlah tempat duduk di bagian depan atau di bagian tengah kendaraan, yang memungkinkan untuk melihat jauh ke depan.
  • Menjaga kebersihan diri juga sangat penting. Saat ingin makan, jangan lupa untuk membersihkan tangan dengan air bersih. Jika tidak ada air bersih, membersihkan tangan menggunakan cairan pembersih yang mengandung alkohol juga dapat Anda lalkukan. Jangan lupa pula untuk memastikan alat makan Anda bersih.
  • Perbanyak asupan air putih selama di perjalanan. Jangan sampai Anda kekurangan cairan tubuh saat di perjalanan.
  • Hindari membeli makanan yang berada di pinggir jalan, dengan maksud menghindari makanan yang tidak higienis.
  • Jika sudah ada rasa ingin buang air kecil, segera cari tempat pemberhentian, seperti pom bensin atau rumah makan.
  • Jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, jangan lupa untuk membawa obat yang biasa Anda konsumsi. Di samping itu, jangan lupa pula untuk menggunakan masker hidung guna mencegah terjadinya penularan penyakit melalui udara.
  • Jika membawa kendaraan pribadi, usahakan memiliki pengemudi lebih dari satu sehingga bisa bergantian ketika salah satunya kelelahan. Namun jika hanya ada satu pengemudi, maka bersegeralah istirahat jika sang pengemudi sudah mulai lelah dan mengantuk.
  • Jika Anda mudah mabuk di perjalanan, jangan lupa untuk mengonsumsi obat antimabuk sebelum perjalanan.

Jika selama perjalanan mudik kondisi fisik Anda mengalami gangguan yang cukup berat, misalnya muntah, diare, atau sakit kepala hebat terus-menerus, sebaiknya hubungi dokter atau layanan kesehatan yang terdekat dengan lokasi Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar