Sukses

Mengapa Begadang Bisa Bikin Gemuk?

Begadang tidak hanya membuat stamina dan produktivitas menurun. Tubuh Anda juga rentan melar karena begadang!

Seperti yang telah diketahui, begadang berdampak sangat merugikan bagi kesehatan,. Salah satunya dapat mengakibatkan obesitas atau kegemukan.

Obesitas merupakan suatu kondisi medis di mana terdapat akumulasi lemak tubuh yang berlebihan. Keadaan ini dapat menimbulkan berbagai efek negatif pada tubuh, sehingga orang dengan obesitas sangat rentan untuk terserang berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gagal jantung.

Akan ada suatu keadaan di mana kita akan begadang. Sesekali jika terpaksa dilakukan karena tuntutan pekerjaan, maka tidak mengapa. Dengan catatan Anda harus mengganti kekurangan jumlah jam tidur Anda pada hari berikutnya. Namun, jika kita melakukan hal tersebut secara terus menerus, dampaknya akan menjadi buruk bagi kesehatan termasuk bagi berat badan Anda. Saat Anda begadang untuk bekerja maupun menyaksikan klub kesayangan Anda bertanding, tidak terasa dua gelas kopi dan dua bungkus camilan Anda habiskan. Mengapa demikian, hal tersebut sangat wajar terjadi, berikut penjelasannya:

1. Sudah waktunya lambung diisi

Waktu pengosongan lambung adalah 2-6 jam, setelah itu Anda akan kembali merasa lapar karena lambung mulai kosong dan asam lambung yang perlahan meningkat. Jika Anda makan malam pada pukul 7 malam, tentu saja pukul 9 malam Anda sudah mulai merasa lapar, Anda akan mulai mengonsumsi beberapa camilan ataupun kopi. Terlebih ketika Anda masih terjaga di atas pukul 12 malam, secara otomatis perut Anda akan merasa sangat lapar dan meminta untuk diisi. Untuk itu, Anda akan mengonsumsi sepiring nasi atau semangkpk mie instan untuk menghilangkan rasa lapar.

Perlu Anda ketahui, metabolisme tubuh pada saat malam hari, di mana seseorang hanya beraktivitas fisik terbatas, akan berlangsung lebih rendah. Ini berarti jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak seimbang dengan kebutuhan, di mana asupan jauh lebih besar dibanding pengeluraan. Tentu saja kalori yang tidak terbakar akan ditimbun dalam bentuk lemak dalam tubuh.

2. Pengaruh Hormon

Perlu Anda ketahui, terdapat dua hormon yang bekerja dalam tubuh pada malam hari, terutama dalam mengatur nafsu makan seseorang, yaitu hormon ghrelin dan leptin.

Ghrelin merupakan hormon “laju”, adalah hormon yang merangsang kita untuk selalu merasa ingin makan. Hormon ini meningkat jika Anda mengalami kekurangan waktu tidur.

Leptin merupakan hormon kebalikan dari ghlerin, di mana hormon ini memerintahkan Anda untuk tidak makan. Kadar leptin ini akan berkurang jika Anda sedang begadang, sehingga penyeimbang dari hormon ghrelin saat begadang menjadi lemah. Hal inilah yang menjelaskan mengapa pada saat begadang kita cenderung ingin selalu ngemil atau makan.

Untuk itu mulai sekarang, demi menjaga kesehatan dan berat badan ideal Anda, mulailah terapkan pola istirahat yang teratur. Kurangi kebiasaan begadang, kecuali memang diperlukan. Usahakan tidur 6-8 jam setiap harinya, agar keesokan harinya Anda merasa segar dan bugar untuk kembali beraktivitas.


0 Komentar

Belum ada komentar