Sukses

Jus Apel untuk Mengatasi Anak Diare

Selama ini, terapi yang dikenal untuk mengatasi diare adalah dengan menggunakan oralit. Namun ternyata, jus apel juga bisa digunakan untuk menangani diare pada anak.

Diare merupakan masalah kesehatan yang hingga saat ini masih banyak dialami oleh anak-anak di dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diare merupakan penyebab kedua tertinggi kematian anak di bawah usia 5 tahun. Diare juga merupakan penyebab utama malnutrisi pada anak usia di bawah 5 tahun.

Selama ini, terapi yang dikenal untuk mengatasi diare adalah dengan menggunakan cairan rehidrasi oral atau oralit. Namun, menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di Journal of The American Medical Association pada 30 April 2016, anak-anak yang diberikan jus apel yang diencerkan (beserta cairan yang dipilih sesuai keinginan anak) mengalami kegagalan pengobatan lebih sedikit dibandingkan dengan anak yang menerima cairan elektrolit rehidrasi oral untuk menggantikan kehilangan cairan.

Penelitian ini dilakukan oleh Stephen B. Freedman, Msc bersama koleganya dari Universitas Calgary, Kanada. Pada penelitian tersebut, mereka secara acak memilih anak usia 6-60 bulan yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan untuk diberikan jus apel yang sudah diencerkan (323 anak) vs cairan rehidrasi oral (324 anak).

Hasilnya, anak yang diberikan cairan jus apel yang diencerkan yang mengalami kegagalan pengobatan lebih sedikit dibandingkan dengan yang diberikan larutan elektrolit (17% vs 25%). Anak yang diberikan jus apel atau cairan pilihan lainnya juga lebih sedikit mendapatkan rehidrasi cairan melalui intravena (2,5% vs 9%).

Namun, sepertinya penelitian tersebut masih memiliki beberapa keterbatasan. Karena penelitian dilakukan di negara dengan penghasilan tinggi dan hanya di satu pusat kesehatan di negara maju. Meski begitu, penggunaan jus apel yang diencerkan (beserta cairan yang dipilih sesuai keinginan anak) mungkin dapat menjadi alternatif yang sesuai untuk memelihara elektrolit tubuh anak yang menderita diare dan dehidrasi ringan. Di negara berkembang, kejadian diare dengan komplikasi lebih rentan terjadi sehingga perlu dipikirkan penerapannya.


0 Komentar

Belum ada komentar