Sukses

Jangan Minum Teh Setelah Makan!

Anda sering minum teh setelah makan? Sebaiknya hindari kebiasaan ini karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Ini penjelasannya.

Minum teh setelah makan merupakan kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun oleh kebanyakan orang Indonesia. Apabila kita perhatikan di setiap rumah makan, penyajian teh sebagai minuman pendamping makan merupakan hal yang umum ditemui.

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh setelah makan mempunyai manfaat bagi kesehatan, khususnya pencernaan. Namun, beberapa studi lain justru menunjukkan hal yang sebaliknya. 

Pasalnya, kandungan kafein dalam teh ternyata bisa menghambat penyerapan beberapa zat gizi di dalam saluran pencernaan. Sebenarnya, apa saja kandungan dalam teh yang dapat memengaruhi pencernaan?

1 dari 4 halaman

Kandungan dalam Teh

Teh mengandung berbagai komponen dan senyawa kimia, baik yang bermanfaat maupun yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Kandungan teh tersebut, di antaranya:

  • Polifenol

Polifenol merupakan zat dengan kandungan terbanyak dalam teh, hingga 40 persen dari total berat kering dari daun teh. Dikenal juga sebagai tanin, polifenol merupakan zat yang menyebabkan rasa kering di mulut setelah minum teh. Secangkir teh dapat mengandung hingga 240 mg polifenol. 

  • Kafein

Kafein adalah zat dalam teh yang bersifat stimulan. Dalam secangkir teh, dapat terkandung hingga 20-70 mg kafein. Sebagai perbandingan, secangkir kopi dapat mengandung hingga 14-155 mg kafein.

  • Theanine

Theanine merupakan zat asam amino yang juga merupakan stimulan. Kombinasi theanine dan kafein ini memberikan efek stimulan sekaligus menenangkan yang khas dari teh. 

  • Aroma Teh

Salah satu aspek yang khas dari teh adalah aromanya yang kaya dan beragam. Ini merupakan salah satu kelebihan teh yang menjadikannya favorit banyak orang. Ada lebih dari 700 komponen penyusun aroma dalam teh yang masing-masing terdapat dalam jumlah sangat sedikit. 

Bahkan, satu jenis daun teh yang sama dapat memiliki aroma yang berbeda hanya akibat perbedaan lamanya penyeduhan atau usia daun saat dipetik. Tentunya, banyaknya variasi jenis daun teh semakin memperkaya ragam aroma ini.

Artikel lainnya: Ini, Lo, 10 Manfaat Minum Teh Setiap Hari

2 dari 4 halaman

Mengapa Tidak Boleh Minum Teh Setelah Makan?

Memang benar, minum teh setelah makan bisa membantu menghilangkan rasa kembung. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua jenis teh boleh diminum setelah makan. 

Beberapa jenis teh, seperti teh hijau dan teh jahe, merupakan jenis teh yang bisa dikonsumsi setelah makan. Teh ini sangat bermanfaat bagi saluran pencernaan karena di dalamnya terkandung berbagai macam jenis antioksidan yang berperan sebagai agen antiradang.

Teh dikatakan dapat bermanfaat bagi saluran cerna karena mendorong produksi air liur, cairan empedu, dan cairan lambung untuk pencernaan yang lebih baik. Namun, beberapa studi lain menunjukkan bahwa komponen phenolic di dalam teh bisa menghambat penyerapan zat besi di dalam usus. 

Itulah mengapa, bagi mereka yang biasa mengonsumsi teh segera setelah makan, mereka harus banyak mengonsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin C. 

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi teh setelah makan kurang baik apabila orang tersebut menderita anemia defisiensi besi. Sebab, kandungan tanin dalam teh bisa menghambat penyerapan zat besi di dalam usus.

Artikel lainnya: Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan

3 dari 4 halaman

Ini Waktu Terbaik Minum Teh

Agar teh tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan, pilihlah waktu terbaik untuk mengonsumsinya. Salah satu waktu terbaik untuk minum teh adalah di pagi hari. Minum teh di pagi hari dapat mendukung konsentrasi dan energi karena stimulasi kafein.

Selain pagi hari, sesaat sebelum olahraga juga disinyalir sebagai waktu terbaik untuk minum teh. Sebuah studi yang meneliti 12 pria menemukan bahwa mengonsumsi ekstrak teh hijau sebelum olahraga meningkatkan pembakaran lemak hingga 17 persen dibandingkan dengan plasebo.

Apabila Anda tetap bersikeras untuk minum teh setelah makan, maka Anda lebih baik memilih jenis teh hijau atau teh jahe. Akan tetapi, bagi orang-orang yang mempunyai penyakit anemia akibat kekurangan zat besi, sebaiknya kebiasaan minum teh setelah makan dihindari agar penyakit anemia yang dialami tidak semakin berat. 

Idealnya, teh diminum kira-kira satu jam sebelum makan. Anda juga bisa minum teh di sela-sela waktu makan. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan sudah selesai menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh. 

Ingin tanya lebih lanjut mengenai kapan waktu terbaik minum teh dan bahaya minum teh setelah makan? Tanyakan langsung kepada dokter-dokter kami dengan menggunakan layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[NWS]

0 Komentar

Belum ada komentar