Sukses

Ukuran Tubuh Vs Lemak Tubuh, Mana yang Lebih Berbahaya?

Ukuran tubuh sering kali dijadikan patokan untuk menentukan kesehatan seseorang. Padahal, ukuran tubuh tidak selamanya dapat menentukan apakah orang itu sehat atau tidak. Simak selengkapnya berikut ini.

Ukuran tubuh seseorang sering kali dikaitkan dengan kesehatan dari orang tersebut. Padahal, ukuran tubuh tidak selamanya selalu berkaitan dengan kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang mempunyai kadar lemak yang tinggi, tanpa melihat ukuran tubuhnya, mempunyai risiko mati muda yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai kadar lemak yang lebih sedikit.

Sebaliknya, di dalam penelitian yang sama, orang-orang yang mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi atau kegemukan, tidak berhubungan dengan kematian muda.

Penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak mencerminkan komposisi lemak seseorang sehingga kurang tepat bila dijadikan indikator kesehatan.

Sebagai contoh, seseorang yang mempunyai massa otot yang tinggi akan mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi juga. Orang tersebut masuk ke dalam kategori gemuk atau bahkan obesitas, walaupun mereka mempunyai kadar lemak yang rendah.

Hasil dari penelitian tersebut terkesan bertentangan dengan peneltian-penelitian sebelumnya. Pasalnya, penelitian-penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa orang-orang yang mengalami kegemukan berhubungan dengan penyakit jantung ataupun penyakit-penyakit kronis lainnya dibandingkan dengan orang yang lebih kurus.

Padahal, orang-orang yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi bisa saja disebabkan oleh massa otot yang tinggi dan memiliki kondisi yang sangat bugar. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) rendah mungkin kehilangan massa ototnya karena suatu penyakit. Oleh karena itu, di dalam penelitian tersebut Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak bisa dijadikan indikator kesehatan bagi seseorang.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 54.000 orang disebutkan bahwa orang yang memiliki massa lemak yang tinggi akan mengalami kematian setelah 4-7 tahun kemudian dibandingkan dengan orang-orang yang mempunyai kadar lemak yang lebih rendah. Akan tetapi, orang-orang yang mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi, dan masuk ke dalam kategori obesitas, tidak memiliki risiko kematian yang meningkat.

Hal tersebut membuka suatu pemikiran baru bahwa kita harus memperhatikan ukuran tubuh dan komposisi yang ada di dalamnya dalam menentukan kesehatan.

Fakta lain yang ditemukan adalah orang-orang yang sering berolahraga, walaupun gemuk, mempunyai kemungkinan untuk memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan orang yang malas berolahraga.

Diet makanan sehat dan berolahraga secara teratur lebih penting dibandingkan dengan ukuran badan yang kurus. Hal tersebut mematahkan mitos di masyarakat yang menyebutkan bahwa kurus itu baik dan gemuk itu buruk.

Bagaimana cara kita mengukur kadar lemak tubuh kita? Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan mengukur lingkar pinggang. Wanita yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 35 inci mempunyai risiko penyakit jantung dan kencing manis yang tinggi. Untuk pria, lingkar pinggang lebih dari 40 inci mempunyai konsekuensi kesehatan yang buruk.

Oleh karena itu, selain menjaga berat badan, sangat penting juga bagi kita untuk tetap menjaga kadar lemak di dalam tubuh tetap dalam batas yang normal dengan cara mengonsumsi asupan yang sehat dan berolahraga teratur.

0 Komentar

Belum ada komentar