Sukses

Berlari, Cara Mudah Bakar Kalori

Berlari merupakan jenis olahraga yang sangat mudah, murah dan praktis untuk membakar kalori. Berikut pembahasan seputar berlari untuk bakar kalori oleh dr. Nadia Octavia.

Baner Fitbar

Walaupun berlari tergolong olahraga yang terbilang biasa-biasa saja, namun belakangan ini olahraga ini kembali menjadi tren baru di masyarakat.

Tak hanya biayanya yang murah, berlari juga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Hal inilah yang menjadi penyebab semua kalangan dan usia menggemari olahraga yang satu ini.

Tak hanya menjadi kegemaran semata, olahraga berlari ini juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat masa kini. Hal ini bisa dilihat dari menjamurnya berbagai lomba lari marathon yang tak hanya ada di ibu kota, namun juga di seluruh pelosok-pelosok negeri kita ini.

Sebenarnya, apa manfaat kesehatan dari olaraga berlari?

  1. Berlari dapat meningkatkan kesehatan jantung

Berlari merupakan salah satu olahraga yang baik bagi jantung. Seiring dengan waktu, berlari juga dapat memacu jantung untuk bekerja lebih optimal. Selain itu, berlari juga dapat memacu pembuluh darah arteri dalam tubuh menjadi elastis sehingga darah dapat mengalir lebih sempurna.

Olahraga berlari ini merupakan jenis olahraga kardiovaskular yang juga dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat (LDL) serta meningkatkan kolesterol baik (HDL) sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

  1. Berlari dapat membamtu menurunkan berat badan

Berlari sangat baik untuk membakar lemak. Pasalnya, berlari membutuhkan kerja otot yang banyak dan hal ini membuat berlari menjadi salah satu cara yang baik untuk membakar kalori.

Berdasarkan data dari Mayo Clinic, dewasa dengan berat 73 kg dapat membakar 600 kalori per jam saat ia berlari 12 km/jam.

  1. Berlari dapat menguatkan struktur tulang

Berlari merupakan olahraga yang membutuhkan beban tubuh. Beban tubuh terhadap tanah dapat memberikan tekanan pada sistem skeletal sehingga dapat meningkatkan densitas mineral tulang. Densitas tulang yang tinggi berarti tulang yang lebih kuat. Hal ini dapat mengurangi risiko osteoporosis pada diri Anda di kemudian hari.

  1. Berlari dapat menstimulasi otak

Penelitian menunjukkan bahwa berlari dan olahraga aerobik lainnya dapat memicu perkembangan sel otak di hippocampus – bagian dari otak yang berfungsi untuk belajar dan mengingat.

  1. Berlari dapat meningkatkan kesehatan emosional dan psikis

Berlari dapat membantu mengeluarkan "hormon menyenangkan" di dalam tubuh yang disebut sebagai endorphin, apalagi jika Anda melakukan olahraga berlari ini di area terbuka dengan pemandangan yang cantik. Hal tersebut tentu saja dapat menjadi pelepas stres dan penat, serta dapat mengembalikan mood Anda.

Apapun alasan dan tujuan Anda berolahraga, namun jika dilakukan secara rutin olahraga – termasuk berlari – dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School, olahraga berlari merupakan salah satu cara tercepat untuk membakar kalori. Berlari selama 30 menit dapat membakar sebanyak 374 kalori. Sungguh banyak bukan? Hal ini tentu saja karena otot-otot tubuh yang digunakan saat berlari, yakni bokong, kaki dan perut, merupakan otot-otot yang membakar lemak paling banyak di dalam tubuh.

Tips berlari untuk Anda yang masih pemula

Jika Anda belum terbiasa untuk melakukan olahraga berlari, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memulai olahraga ini. Terlebih, jika Anda berusia lebih dari 40 tahun, obesitas, memiliki penyakit kronis atau jarang berolahraga.
  • Mulailah terlebih dahulu dengan jalan cepat. Usahakan untuk berolahraga minimal 30 menit setiap sesi. Anda bisa berganti-ganti secara bertahap antara jalan, jogging dan berlari.
  • Pastikan Anda melakukan peregangan otot, yakni pemanasan sebelum berolaraga dan pendinginan seusai Anda berolaraga.
  • Pastikan Anda minum air putih yang cukup sebelum, saat, dan sesudah Anda berolahraga.
  • Usahakan untuk beristirahat paling tidak 2 hari selama seminggu untuk menghindari cedera akibat penggunaan otot berlebih.
  • Hindari berlari di dekat jalanan. Hal ini penting, terutama bagi Anda yang menderita asma atau gangguan pernapasan yang dapat memburuk jika menghirup asap kendaraan bermotor.
  • Gunakan pakaian yang longgar yang terbuat dari bahan katun dan menyerap keringat.
  • Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 pada kulit yang terpapar sinar matahari.

0 Komentar

Belum ada komentar