Sukses

Penderita Diabetes Harus Hindari Hal Ini Saat Imlek

Mengunjungi keluarga dan kerabat sambil makan bersama merupakan tradisi yang umum dilakukan saat Imlek. Namun, bagi Anda yang memiliki diabetes perlu berhati-hati untuk tidak makan berlebihan.

Dalam tradisi Tionghoa, perayaan Imlek identik dengan makan bersama. Tapi jika Anda memiliki diabetes, diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi hidangan yang tersedia. Apalagi, pasti banyak sekali sajian khas Imlek yang menarik mata sekaligus lidah Anda!

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, karena tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin atau menggunakan insulin. Tanpa insulin yang cukup atau ketidakmampuan menggunakan insulin, maka sel-sel tubuh tidak mampu menyerap glukosa sebagai sumber energi sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius pada berbagai organ, seperti pada jantung, ginjal, saraf, dan mata. Jika Anda menderita diabetes, perhatikan kadar gula darah Anda saat sedang merayakan tahun baru Imlek, terutama saat sedang berkunjung dan makan bersama sanak saudara serta kerabat.

Kalori pada Makanan Khas Imlek

Makanan khas yang sering disajikan saat perayaan Imlek, di antaranya kue bangkit/kue sagu keju, kue semprong, nastar, kue keranjang hingga bak kwa/dendeng babi. Semuanya tentu dapat membuat Anda kalap saat mengonsumsinya. Tapi hati-hati, hidangan khas imlek juga biasanya tinggi karbohidrat dan gula.

Contohnya, satu iris dendeng babi mengandung 22 gram karbohidrat, 22 gram gula, dan 229 kalori. Sedangkan dua buah kue semprong mengandung 18 gram karbohidrat, 10 gram gula, dan 112 kalori. Lalu dua potong kue bangkit mengandung 8 gram karbohidrat, 2 gram gula, dan 46 kalori.

Bayangkan jika Anda pergi ke satu rumah kerabat dan Anda makan 1 dendeng babi, 6 kue semprong, 4 kue nastar, dan 1 minuman kalengan yang jika dijumlah akan setara dengan 144 gram karbohidrat dan 99 gram gula. Kemudian pada hari itu Anda mengunjungi tiga rumah kerabat dan seluruh makanan tersebut dikalikan tiga, maka Anda akan mendapatkan tambahan 432 gram karbohidrat dan 297 gram gula dalam sehari!

Ini berarti 5-7 kali lipat lebih tinggi dari asupan gula harian yang sebaiknya dikonsumsi, yaitu maksimal 10% kalori atau setara dengan 40-55 gram gula.

Selain itu, perlu diingat bahwa semua bentuk karbohidrat dapat mempengaruhi kadar gula darah, sehingga Anda harus memperhatikan karbohidrat total yang masuk pada hari itu. Semakin banyak karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh, maka akan semakin cepat gula darah naik.

Kalori total yang masuk juga perlu diperhatikan. Asupan kalori yang berlebihan, apa pun bentuknya (karbohidrat, protein, atau lemak), dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan risiko obesitas.

Kiat untuk Penderita Diabetes Saat Imlek

Saat Imlek, sebelum mulai berkunjung ke rumah sanak saudara, sebaiknya Anda sarapan terlebih dahulu di rumah dengan menu yang sehat. Anda dapat sarapan dengan nutrisi yang mengandung karbohidrat kompleks dan kaya serat, seperti roti gandum atau oatmeal. Karbohidrat kompleks akan mengeluarkan gula di dalam darah lebih lambat dibandingkan dengan makanan yang manis. Tambahan serat juga dapat membuat Anda kenyang lebih lama serta terhindar dari makan berlebih.

Selain itu, apa saja kiat agar penderita diabetes tetap dapat makan enak saat Imlek?

1. Batasi konsumsi makanan khas Imlek

Batasi diri dalam mengonsumsi makanan khas Imlek yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, misalnya kue semprong, kue bangkit, dan kue keranjang. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai kandungan nutrisinya.

2. Hindari konsumsi minuman kalengan

Saat berkunjung ke rumah sanak saudara, biasanya tuan rumah sering kali akan menyajikan minuman kalengan. Anda bisa menolaknya dengan halus dan meminta air putih atau teh tanpa tambahan gula.

3. Makan porsi kecil dan sering

Untuk menghindari peningkatan kadar gula darah dengan cepat, makanlah dalam porsi kecil namun sering. Misalnya saja Anda ingin makan dendeng babi, ketimbang menghabiskan satu iris, Anda dapat mengonsumsinya dalam porsi kecil.

4. Pilih makanan penutup yang sehat

Ketimbang makan kue sebagai hidangan penutup, pilihlah buah-buahan seperti buah naga dan jeruk mandarin. Makan buah-buahan yang kaya serat akan membuat Anda lebih cepat kenyang, sehingga Anda pun akan terhindar dari makan berlebih.

5. Olahraga

Ketika sedang musim liburan seperti Imlek, bukan berarti Anda juga bebas untuk tidak berolahraga. Tetaplah berolahraga apalagi jika makanan yang Anda konsumsi mengandung tinggi kalori. Usahakan untuk tetap berolahraga minimal 30 menit per hari.

0 Komentar

Belum ada komentar